<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>

<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
	<channel>
		<title>Finance Indonesia - Blogs</title>
		<link>http://www.financeindonesia.org/blog.php</link>
		<description>Largest Indonesia Investment and Finance Network. Articles, blogs, and forums for Finance People. Also topics on Green Market, Campus Life, Lifestyle, Photography, etc.</description>
		<language>en</language>
		<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 07:20:03 GMT</lastBuildDate>
		<generator>vBulletin</generator>
		<ttl>5</ttl>
		<image>
			<url>http://www.financeindonesia.org/images/misc/rss.jpg</url>
			<title>Finance Indonesia - Blogs</title>
			<link>http://www.financeindonesia.org/blog.php</link>
		</image>
		<item>
			<title>Gandeng 2 Investor Strategis, BNBR Bakal Dapat Dana Segar US$ 1 Miliar</title>
			<link>http://www.financeindonesia.org/entry.php?424-Gandeng-2-Investor-Strategis-BNBR-Bakal-Dapat-Dana-Segar-US-1-Miliar</link>
			<pubDate>Mon, 23 Apr 2012 11:15:46 GMT</pubDate>
			<description>PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) segera memperoleh dana segar senilai US$ 1 miliar melalui kerjasama dengan 2 investor strategis skala global yang...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote class="blogcontent restore">PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) segera memperoleh dana segar senilai US$ 1 miliar melalui kerjasama dengan 2 investor strategis skala global yang sedang dalam tahap finalisasi. Dana tersebut salah satunya akan digunakan untuk melunasi utang kepada Credit Suisse senilai US$ 437 juta.<br />
<br />
"Bakrie Brothers sedang finalisasi kerjasama dengan 2 investor strategis global. Kelihatannya akan rampung pekan ini atau pekan depan," ungkap seorang eksekutif di lantai bursa, Senin (23/04/2012).<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><a href="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2275&amp;d=1335179641" id="attachment2275" rel="Lightbox_424" ><img src="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2275&amp;d=1335179641" border="0" alt="Click image for larger version

Name:	BNBR.jpg
Views:	647
Size:	96.7 KB
ID:	2275" class="size_medium" /></a><br />
</div> <br />
Menurut eksekutif tersebut, dana segar yang akan diperoleh BNBR melalui kerjasama tersebut mencapai US$ 1 miliar. 2 Investor strategis tersebut dikabarkan akan menyuntikkan dana segar kepada BNBR untuk pengembangan usaha anak-anak usaha yang berpotensi memiliki magnitude seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) seperti PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).<br />
<br />
"Info yang saya terima, ada beberapa investor strategis yang mengincar investasi di ELTY, ENRG dan BTEL. Mereka berasal dari Asia, Eropa dan Timur Tengah. Kepastiannya masih menunggu finalisasi due diligence. Ini investasi jangka panjang," ujar eksekutif tersebut.<br />
<br />
Rencananya, lanjut sumber, dana segar yang diperoleh BNBR dari kerjasama strategis tersebut sebagian akan digunakan untuk melunasi pinjaman US$ 437 juta kepada Credit Suisse. "Sisanya untuk pengembangan usaha ELTY, ENRG dan BTEL," ujar eksekutif tersebut.<br />
<br />
Sayangnya, Direktur Utama BNBR Bobby Gafur Umar menolak berkomentar soal itu. "No comment dulu," ujarnya saat dihubungi IB News, Senin (23/04/2012).</blockquote>

 ]]></content:encoded>
			<dc:creator>IB News</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.financeindonesia.org/entry.php?424-Gandeng-2-Investor-Strategis-BNBR-Bakal-Dapat-Dana-Segar-US-1-Miliar</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Bakrie Brothers : Tidak Ada Ancaman Gagal Bayar</title>
			<link>http://www.financeindonesia.org/entry.php?423-Bakrie-Brothers-Tidak-Ada-Ancaman-Gagal-Bayar</link>
			<pubDate>Mon, 23 Apr 2012 11:11:31 GMT</pubDate>
			<description>PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) membantah kabar dari luar negeri yang mengatakan bahwa perseroan sedang terancam situasi gagal bayar (default). Credit...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote class="blogcontent restore">PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) membantah kabar dari luar negeri yang mengatakan bahwa perseroan sedang terancam situasi gagal bayar (default). Credit Suisse selaku fasilitator pinjaman hanya meminta tambahan agunan saham (top up) karena situasi pasar yang kurang baik.<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><a href="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2274&amp;d=1335179424" id="attachment2274" rel="Lightbox_423" ><img src="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2274&amp;d=1335179424" border="0" alt="Click image for larger version

Name:	Bakrie Brothers.jpg
Views:	525
Size:	6.2 KB
ID:	2274" class="size_large" /></a><br />
</div> <br />
"Kami klarifikasi bahwa tidak ada pinjaman BNBR yang dalam posisi default saat ini. Isu yang mengatakan demikian jelas tidak akurat," ujar Direktur Utama BNBR, Bobby Gafur Umar saat dihubungi IB News, Senin (23/04/2012).<br />
<br />
Menurut Bobby, perseroan tidak menerima surat pemberitahuan ancaman default dari Credit Suisse, melainkan permintaan tambahan jaminan saham (top up) atas pinjaman berjalan BNBR kepada Credit Suisse.<br />
<br />
"Kreditor meminta tambahan agunan saham karena pasar saham di Inggris sedang memburuk. Dalam hal ini pun, walaupun BNBR bertindak sebagai peminjam, kami tidak berkewajiban untuk menyediakan top up, sehingga sebetulnya ini bukan masalah besar. Kepanikan yang terjadi lebih disebabkan adanya kesalahan interpretasi saja atas permintaan top up tersebut," papar Bobby.<br />
<br />
Kabar yang beredar mengatakan, BNBR saat ini tengah dalam proses untuk menyelesaikan utang kepada Credit Suisse tersebut. BNBR dikatakan tengah dalam pembahasan intensif dengan 2 investor strategis untuk melakukan kerjasama strategis. Sayangnya, Bobby belum mau berkomentar lebih jauh soal itu.<br />
<br />
Sebelumnya, beredar kabar bahwa BNBR tengah dalam kondisi default atas pinjaman kepada Credit Suisse senilai US$ 437 juta, dipicu pemberitaan dari Financial Times. Kabar ini sempat membuat pelaku pasar panik yang menyebabkan sejumlah saham grup Bakrie dilanda aksi jual.</blockquote>

 ]]></content:encoded>
			<dc:creator>IB News</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.financeindonesia.org/entry.php?423-Bakrie-Brothers-Tidak-Ada-Ancaman-Gagal-Bayar</guid>
		</item>
		<item>
			<title>NASDAQ Raih IPO Facebook, Persaingan Dengan NYSE Berlanjut</title>
			<link>http://www.financeindonesia.org/entry.php?422-NASDAQ-Raih-IPO-Facebook-Persaingan-Dengan-NYSE-Berlanjut</link>
			<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 15:46:01 GMT</pubDate>
			<description>Menurut The New York Times, Facebook telah memilih NASDAQ untuk mencatatkan seluruh sahamnya dalam penawaran perdana saham - initial public offering...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote class="blogcontent restore"><div style="text-align: left;">Menurut The New York Times, Facebook telah memilih NASDAQ untuk mencatatkan seluruh sahamnya dalam penawaran perdana saham - initial public offering (IPO) mendatang pada bulan Mei. Ini adalah kemenangan besar untuk NASDAQ dalam persaingan bisnis antar bursa efek dengan New York Stock Exchange (NYSE) untuk perusahaan teknologi. <br />
<br />
</div><br />
<div style="text-align: center;"><a href="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2267&amp;d=1333900052" id="attachment2267" rel="Lightbox_422" ><img src="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2267&amp;d=1333899437" border="0" alt="Click image for larger version

Name:	Nasdaq.jpg
Views:	470
Size:	39.6 KB
ID:	2267" class="size_medium" /></a></div><br />
<br />
<div style="text-align: left;">Facebook, menurut rencana akan menggunakan simbol FB untuk pencatatan sahamnya di NASDAQ. Valuasi Facebook yang diperkirakan mencapai USD 100 miliar akan menjadi penawaran umum terbesar sejak Google dalam sejarah IPO.<br />
<br />
Timbul pertanyaan, mengapa Facebook lebih memilih NASDAQ? Apakah perbedaan antara NASDAQ dan NYSE?<br />
<br />
Secara umum tidak ada perbedaan antara NASDAQ dan NYSE sebagai bursa perdagangan saham. Di NYSE, masih terdapat perdagangan yang terjadi pada tempat fisik, atau di lantai perdagangan selain transaksi elektronik. Sehingga NYSE sering disebut bursa hybrid. Di NASDAQ, tidak ada lantai perdagangan fisik dan transaksi yang terjadi hanya pada pasar elektronik sepenuhnya. Dari perbedaan bentuk tersebut selanjutnya NASDAQ dikenal pasar dealer <i>(dealer market)</i>, dan NYSE merupakan pasar lelang <i>(auction market).</i><br />
<br />
NASDAQ dikenal sebagai pasar teknologi tinggi, menarik banyak perusahaan yang berhubungan dengan internet atau elektronik. NASDAQ dianggap lebih berorientasi kepada perusahaan di level pertumbuhan dalam siklus bisnisnya. Di sisi lain, NYSE berorientasi kepada perusahaan besar dan mapan dan dikategorikan blue chip. <br />
<br />
Persepsi ini kemudian dipertanyakan oleh investor dan publik karena perusahaan internet, Apple dan Google yang mencatatkan saham di NASDAQ kini dikategorikan sebagai perusahaan besar dan mapan.<br />
<br />
Keputusan perusahaan untuk IPO di bursa tertentu dipengaruhi juga oleh biaya pencatatan dan persyaratan yang ditetapkan. Biaya IPO di NYSE sekitar USD 250.000 sedangkan di NASDAQ, hanya USD 50.000 - USD 75.000. Biaya tahunan juga merupakan faktor besar, di NYSE, sekitar USD 500.000, sedangkan di NASDAQ sekitar USD 27.500. <br />
<br />
Dalam memilih bursa efek, Facebook melakukan pertimbangan atas perbedaan antar bursa efek. Pemilihan NASDAQ karena mekanisme transaksi pasar dilakukan secara elektronik sepenuhnya. Persepsi NASDAQ sebagai pasar teknologi tinggi dan struktur biaya yang lebih murah daripada NYSE tentu menjadi dasar pertimbangan lainnya.<br />
<br />
Persaingan bisnis antara NASDAQ dan NYSE memperebutkan IPO perusahaan teknologi semakin panas dalam beberapa tahun terakhir. <br />
<br />
Tahun lalu, NASDAQ berhasil meraih IPO Zynga dan Groupon, sedangkan NYSE mendapatkan IPO LinkedIn dan Pandora. Dalam putaran tahun ini IPO, Yelp dan Millennial Media memilih NYSE, dan Brightcove memilih NASDAQ.<br />
<br />
Ambisi NYSE untuk mendapatkan bisnis dari perusahaan berbasis teknologi sudah bukan menjadi sinyal lagi tetapi menjadi bukti kuat bahwa industri digital memiliki masa depan yang sangat cerah. <br />
<br />
Hal tersebut harus dicermati oleh bursa efek di seluruh dunia. Apakah Bursa Efek indonesia sudah melihat bukti tersebut?<br />
<br />
<b>Referensi<br />
<a href="http://www.nasdaq.com/" target="_blank">Nasdaq - Official Website</a><br />
<a href="http://www.nyse.com/" target="_blank">New York Stock Exchange - Offcial Website</a><br />
<a href="http://venturebeat.com/2012/04/05/facebook-nasdaq-ipo/" target="_blank">Facebook picks Nasdaq for IPO</a><br />
<a href="http://techcrunch.com/2012/04/05/facebook-picks-nasdaq-over-nyse-for-ipo/" target="_blank">Facebook Picks NASDAQ Over NYSE For IPO</a><br />
<a href="http://dealbook.nytimes.com/2012/04/05/facebook-picks-nasdaq-for-i-p-o/" target="_blank">Facebook Is Said to Pick Nasdaq for I.P.O.</a><br />
</b><a href="http://www.investopedia.com/articles/basics/03/103103.asp#axzz1rQ2borgQ" target="_blank"><b>The NYSE And Nasdaq: How They Work</b></a><br />
</div></blockquote>

 ]]></content:encoded>
			<dc:creator>Hari Wijayanto</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.financeindonesia.org/entry.php?422-NASDAQ-Raih-IPO-Facebook-Persaingan-Dengan-NYSE-Berlanjut</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Bagaimanakah Arah IHSG Selanjutnya???</title>
			<link>http://www.financeindonesia.org/entry.php?421-Bagaimanakah-Arah-IHSG-Selanjutnya</link>
			<pubDate>Tue, 03 Apr 2012 01:37:50 GMT</pubDate>
			<description>Selamat Pagi! IHSG telah memperlihatkan sebuah siklus bullish yang konsisten sejak Februari 2012. Apabila anda ingat beberapa artikel di awal dan...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote class="blogcontent restore">Selamat Pagi! IHSG telah memperlihatkan sebuah siklus bullish yang konsisten sejak Februari 2012. Apabila anda ingat beberapa artikel di awal dan tengah Februari 2012 saat IHSG sideways dan semua analis ragu akan kemampuan IHSG dapat bullish kembali, planet Mars telah menunjukkan hal yang lain. Sejak Februari 2012 planet ini bergerak dalam siklus Retrograde yang akan berakhir pada 13 Apr 12 dimana dampaknya adalah bullish pada IHSG dan disertai dengan volume yang besar. Hal ini membuat Astronacci tetap optimis dan juga memiliki dasar untuk menggambar Road Map/Blue Print IHSG untuk masa depan sementara para chartist dan analis lain masih sibuk mencari-cari alasan dan sentimen untuk memperkuat asumsi mereka. Sebagai trader anda harus dan mutlak mengetahui minimal 80% probabilitas pergerakan arah trend untuk 2 minggu kedepan terlepas dari seluruh sentimen dan berita-berita yang bersifat subjektif. Saat ini IHSG hampir menembus level tertingginya dan apabila anda mau menyempatkan waktu untuk melihat kebelakang maka saya yakin anda akan semakin cinta dengan Financial Astrology melalui Astronacci. Silahkan melihat bagaimana Mars Retrograde meyakinkan saya bahwa IHSG akan tetap bullish sejak 23 Jan 12 - 13 Apr 12 dan memprediksi bahwa IHSG akan mencapai level tertingginya pada bulan April 12. <i><u><a href="http://www.astronacci.com/en/market-timing-analysis-details/item/486-be-patient.html" target="_blank">Lihat disini (klik)</a></u></i><br />
<br />
Saat ini kita sedang dalam area resisten yang dalam terminologi wave analysis kita berada pada fase wave 5 dari 3 dengan target kenaikan pada 4,250-4,275. Untuk resisten terdekat kita dihadapkan dengan harga tertinggi bulan Agustus 2011 di 4,193 yang idealnya akan tercapai pada hari ini atau besok saat Planet Mercury kembali pada Direct Motionnya. Apa yang harus dilakukan saat ini? Strategi apa yang paling tepat dikala IHSG sedang berada pada area resisten seperti sekarang? [<a href="http://http://www.astronacci.com/en/market-timing-analysis-details/item/849-warning-of-blow-off-volume.html" target="_blank">Read More</a>]</blockquote>

 ]]></content:encoded>
			<dc:creator>Gema</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.financeindonesia.org/entry.php?421-Bagaimanakah-Arah-IHSG-Selanjutnya</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Bursa Asia Menanti Kekalahan Obama</title>
			<link>http://www.financeindonesia.org/entry.php?420-Bursa-Asia-Menanti-Kekalahan-Obama</link>
			<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 07:45:42 GMT</pubDate>
			<description>It’s Time for Asia! Demikian ekonom-ekonom Barat berujar. 
 
Semarak kebangkitan ekonomi Asia pada millenium ketiga dalam periodisasi kalender Julian...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote class="blogcontent restore"><i>It’s Time for Asia!</i> Demikian ekonom-ekonom Barat berujar.<br />
<br />
Semarak kebangkitan ekonomi Asia pada millenium ketiga dalam periodisasi kalender Julian ini diperkirakan akan menggeser perekonomian Barat. Negara digdaya seperti Amerika Serikat (AS), kini ‘membutuhkan’ uluran tangan dari China. Gejolak perekonomian Uni Eropa pun turut memberi kontribusi dalam pelemahan perekonomian Barat. <br />
<br />
Negara digdaya dari belahan dunia Timur sedang menanti Barat memberikan ‘mahkota’ itu.<br />
<br />
Pertanyaannya kemudian, kapan dan siapa yang akan menjadi kunci terjadinya perubahan dan peralihan kekuasaan tersebut?<br />
<br />
Adalah kemenangan Partai Republik AS yang akan menjadi kuncen (juru kunci) pergeseran ekonomi dari Barat ke Timur. Asia sedang menantikan kekalahan Obama.<br />
<br />
Kenapa demikian? Apakah uang-uang negara China tidak cukup untuk mendorong kebangkitan ekonomi Asia? Secara singkat dapat dijawab, belum. <br />
<br />
Perekonomian China memang kini memimpin dunia, kalau boleh dikatakan begitu. Akan tetapi, Asia bukan semata-mata tentang China. Disana ada Singapura, Indonesia, Filipina, Malaysia, Korea dan sebagainya.<br />
<br />
Sebagian besar negara-negara di Asia, membutuhkan pasokan dana yang cukup besar untuk memantapkan perekonomiannya atau kembali bangkit setelah terkena imbas krisis global 2008. China memang sukses, namun cenderung menikmati kesuksesannya sendiri. Negara-negara di wilayah Asia lainnya, terutama Asia Tenggara (ASEAN) atau yang diklaim China sebagai wilayah China Selatan, masih memerlukan roket pendorong untuk melaju. <br />
<br />
Bagaimana tidak, jika mengacu pada data yang dirilis Standard Chartered tahun 2010, dari total nilai GDP dunia sebesar US$ 62 triliun, sebesar US$ 37,2 triliun (60%) berasal dari Eropa (27 negara), AS dan Jepang. Eropa sekitar US$ 16,74 triliun (27%), AS sekitar US$ 14,88 triliun (24%) dan Jepang sebesar US$ 5,58 triliun (9%).<br />
<br />
China sendirian menyumbang GDP sebesar US$ 5,58 triliun (9%), India US$ 1,24 triliun (2%), sedangkan Asia ex China-India-Jepang menyumbang GDP US$ 3,72 triliun (6%).<br />
<br />
Data tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Asia ex China-India-Jepang sangat membutuhkan suntikan dana yang cukup besar untuk memantapkan kekuatan ekonominya. Dan kalau diperhatikan, pulihnya perekonomian Asia Tenggara pasca krisis global 2008, bukan dipacu impor dana dari China, melainkan impor dana dari Barat.<br />
<br />
Ekonomi Barat yang sejak 2008 belum pulih, seperti yang terjadi pada AS dan Eropa, telah mendorong adanya arus dana keluar ke Asia. Namun demikian, volume dana yang masuk ke Asia dari AS dan Eropa masih terbatas alias belum terjadi migrasi dana besar-besaran ke Asia.<br />
<br />
Oleh sebab itu, dibutuhkan adanya pemicu yang dapat mendorong percepatan keluarnya dana dari AS dan Eropa ke Asia. Tentu saja, perubahan sebesar ini tidak cukup hanya berangkat dari kehendak murni para investor. Perubahan semacam ini memerlukan ‘bantuan’ dari level yang lebih tinggi yaitu otoritas, baik otoritas politik maupun ekonomi.<br />
<br />
Kenapa demikian? Karena perilaku aliran dana baik yang dimiliki masyarakat perorangan maupun institusi swasta sangat berkaitan dengan kebijakan politik-ekonomi yang tengah diberlakukan. Sebagai contoh, penurunan level suku bunga acuan (BI Rate, Fed Fund Rate, dan sebagainya), tentu akan memicu masyarakat dan investor menarik dana dari bank, kemudian digunakan untuk belanja atau investasi.<br />
<br />
Contoh lainnya, suatu negara menerapkan kebijakan pengetatan pajak. Dampak yang terjadi pada umumnya adalah terjadinya arus modal keluar dari negara tersebut.<br />
<br />
Dalam konteks aliran dana global atau internasional, AS merupakan salah satu negara yang menjadi penentu. Sebagai kontributor 24% GDP di planet ini, kebijakan politik-ekonomi yang diterapkan di AS sangat mempengaruhi pola atau perilaku aliran dana internasional. Hal itu dikarenakan jejaring keuangan AS boleh dikatakan hampir menguasai seluruh dunia.<br />
<br />
Seperti diketahui, AS memiliki 2 partai utama yaitu Partai Republik (Konservatif) dan Partai Demokrat (Liberal). Secara karakter, keduanya cenderung saling bertolak belakang. Di satu sisi, Partai Republik dalam penerapan kebijakan politik-ekonominya, cenderung mengedepankan pengetatan fiskal yang kurang disukai oleh kubu Wall Street, ekspansi ekonomi dan perang (khususnya selama 20 tahun terakhir).<br />
<br />
Di sisi lain, Partai Demokrat cenderung mengedepankan pelonggaran fiskal yang disukai kubu Wall Street, penguatan ekonomi internal dan misi damai ketimbang melakukan perang.<br />
<br />
Dalam hubungannya dengan pergerakan aliran dana internasional, estafet kekuasaan antara Partai Republik dan Partai Demokrat AS rupanya menghasilkan pergerakan indeks saham yang seirama.<br />
<br />
Seperti dapat dilihat pada grafik indeks Dow Jones (DJIA) selama 30 tahun terakhir di bawah. Pada periode 1981 hingga 1993, Partai Republik menduduki pemerintahan AS dengan 2 presidennya yaitu Ronald Reagan 2 masa jabatan (1981 – 1989) dan George Bush 1 masa jabatan (1989 – 1993). Dalam periode itu, pergerakan DJIA cenderung melandai dengan kenaikan tipis.<br />
<br />
Pada periode 1993 hingga 2001, Partai Demokrat mengendalikan pemerintahan AS dengan 1 presiden yaitu Bill Clinton 2 masa jabatan. Pada periode ini, DJIA mengalami kenaikan signifikan dan ditutup (akhir masa jabatan Clinton) pada level yang jauh lebih tinggi dibanding level DJIA ketika Clinton naik ke kursi presiden.<br />
<br />
Pada periode 2001 hingga 2009, Partai Republik kembali menduduki tampuk pemerintahan AS dengan 1 presiden yaitu George Walker Bush dengan 2 masa jabatan. Pada periode ini, pergerakan DJIA kembali dalam kecenderungan melandai. Level tertinggi DJIA tidak jauh dari level pembukaan (Bush Jr dilantik), sedangkan level penutupan (Bush Jr berakhir) lebih rendah dari level pembukaan.<br />
<br />
Pada periode 2009 hingga 2013, Partai Demokrat kembali memegang kekuasaan dipimpin presiden Barrack Obama. Selama 3 tahun Obama menjabat, level DJIA kembali mengalami kenaikan tinggi, terutama bila dibandingkan dengan level DJIA ketika Obama dilantik menjadi presiden AS.<br />
<br />
Pola pergerakan DJIA dalam kaitannya dengan pergantian politik di AS tersebut, rupanya juga terjadi pada bursa saham Inggris. <br />
<br />
<div style="text-align: center;"><a href="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2254&amp;d=1332833655" id="attachment2254" rel="Lightbox_420" ><img src="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2254&amp;d=1332833655" border="0" alt="Click image for larger version

Name:	DJIA.jpg
Views:	600
Size:	109.4 KB
ID:	2254" class="size_medium" /></a><a href="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2255&amp;d=1332833701" id="attachment2255" rel="Lightbox_420" ><img src="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2255&amp;d=1332833701" border="0" alt="Click image for larger version

Name:	FTSE.jpg
Views:	146
Size:	108.1 KB
ID:	2255" class="size_medium" /></a></div><br />
<br />
<div style="text-align: left;"><br />
Seperti dapat dilihat pada grafik di atas, pergerakan indeks FTSE mengikuti pola yang sama dengan DJIA. Pola pergerakan indeks FTSE pada kekuasaan Partai Republik AS (1981 – 1993) juga membentuk pola melandai dengan kenaikan tipis di bursa Inggris. Kemudian ketika masa jabatan Bill Clinton (1993 – 2001) dari Partai Demokrat AS, pergerakan FTSE juga melonjak tinggi seperti DJIA.<br />
 <br />
Pada masa jabatan George Walker Bush (2001 – 2009) dari Partai Republik AS, indeks FTSE ikutan bergerak melandai seperti DJIA pada periode yang sama. Kemudian ketika Barrack Obama dari Partai Demokrat AS memenangkan kursi kepresidenan (2009 – 2013), indeks FTSE juga kembali dalam tren kenaikan, meskipun memasuki tahun 2011 tengah mengalami penurunan.<br />
 <br />
Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan, pola pergerakan bursa saham New York dan London cenderung seirama. Indeks saham keduanya cenderung bergerak dalam tren kenaikan saat Partai Demokrat AS berkuasa, di sisi lain, keduanya akan bergerak dalam kecenderungan melandai saat Partai Republik AS berkuasa.<br />
 <br />
Sementara di pasar saham Asia, situasi yang terjadi justru berkebalikan, seperti dapat dilihat pada grafik-grafik di bawah ini.<br />
<br />
</div><br />
<br />
<div style="text-align: center;"><a href="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2256&amp;d=1332833771" id="attachment2256" rel="Lightbox_420" ><img src="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2256&amp;d=1332833771" border="0" alt="Click image for larger version

Name:	HKSE.jpg
Views:	145
Size:	110.0 KB
ID:	2256" class="size_medium" /></a><a href="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2257&amp;d=1332833800" id="attachment2257" rel="Lightbox_420" ><img src="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2257&amp;d=1332833800" border="0" alt="Click image for larger version

Name:	STRAIT TIMES.jpg
Views:	144
Size:	112.8 KB
ID:	2257" class="size_medium" /></a><br />
<a href="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2258&amp;d=1332833836" id="attachment2258" rel="Lightbox_420" ><img src="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2258&amp;d=1332833836" border="0" alt="Click image for larger version

Name:	IHSG.jpg
Views:	196
Size:	99.2 KB
ID:	2258" class="size_medium" /></a></div><br />
<br />
<div style="text-align: left;"><br />
Tren pergerakan bursa-bursa di kawasan Asia dengan mengambil contoh bursa Hongkong (HKSE), bursa Singapura (Strait Times) dan bursa Indonesia (IHSG), menunjukkan adanya pola yang berkebalikan dengan DJIA dan FTSE.<br />
 <br />
Indeks-indeks saham di kawasan bursa Asia justru bergerak dalam tren kenaikan pada masa pemerintahan Partai Republik di AS. Sebaliknya, bergerak dalam tren melandai pada masa pemerintahan Partai Demokrat di AS.<br />
 <br />
Jika dilihat pada grafik di atas, memang pada indeks saham Indonesia sedikit memiliki perilaku berbeda. Namun pada pergerakan indeks saham Hongkong (HKSE) dan Singapura (Strait Times) bergerak seirama satu sama lain dalam pola yang berkebalikan dengan pergerakan indeks DJIA dan FTSE.<br />
 <br />
Terbentuknya pola ini tentunya tak lepas dari karakter kebijakan politik-ekonomi yang diterapkan AS. Ketika Partai Republik berkuasa, dana-dana cenderung keluar dari AS dan Inggris untuk ditanamkan di pasar saham Asia, khususnya Hongkong dan Singapura yang menjadi tempat berlabuh utama. Itulah sebabnya, pergerakan indeks saham AS dan Inggris cenderung melandai sedangkan indeks Hongkong dan Singapura cenderung naik.<br />
 <br />
Sebaliknya, ketika Partai Demokrat berkuasa di AS, dana-dana cenderung kembali masuk ke AS dan Inggris dan keluar dari pasar saham Asia, sehingga membentuk tren kenaikan pada bursa saham AS dan Inggris. Sementara pola indeks saham Hongkong dan Singapura pada periode tersebut, bergerak dalam kecenderungan melandai.<br />
 <br />
Saat ini, prediksi politik AS mengatakan peluang presiden Barrack Obama memenangkan kembali kursi kepresidenan AS sangat kecil. Apalagi, Partai Republik kini telah menguasai Kongres, sehingga semakin memperkuat peluang kemenangan Partai Republik pada pemilu maupun pencapresan AS di akhir tahun 2012.<br />
 <br />
Jika benar demikian, maka bersoraklah Asia. Sejarah menunjukkan bahwa dalam setiap pemerintahan Partai Republik di AS berimplikasi positif pada tren pergerakan indeks-indeks saham di kawasan Asia.<br />
 <br />
Seperti yang penulis ungkapkan di atas, kemenangan Partai Republik di AS akan menjadi juru kunci alias <i>kuncen</i> bagi keluarnya arus modal secara besar-besaran dari AS ke kawasan Asia.<br />
 <br />
Namun demikian, perlu diingat juga bahwa pemerintahan Partai Republik AS selama 3 dasawarsa terakhir selalu diiringi dengan perang. Pada masa George Bush (1989 – 1993), terjadi perang Teluk I (Kuwait). Pada masa George Walker Bush (2001 – 2009), terjadi perang Teluk II (invasi ke Irak, Afghanistan dan sebagainya).<br />
 <br />
Tentu perlu diwaspadai, kemenangan Partai Republik AS di tahun 2013 nanti, berpeluang memulai perang Teluk III (invasi ke Iran), seperti yang telah ramai diwacanakan sejak akhir 2011. Mungkin perang AS ke Iran nantinya akan berdampak pada kenaikan indeks-indeks saham Asia, tapi mungkin juga tidak.<br />
</div></blockquote>

 ]]></content:encoded>
			<dc:creator>IB News</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.financeindonesia.org/entry.php?420-Bursa-Asia-Menanti-Kekalahan-Obama</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Ada Apa Di Balik Aneksasi Bapepam-LK Terhadap Pemilu Bursa Efek?</title>
			<link>http://www.financeindonesia.org/entry.php?419-Ada-Apa-Di-Balik-Aneksasi-Bapepam-LK-Terhadap-Pemilu-Bursa-Efek</link>
			<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 07:30:48 GMT</pubDate>
			<description>Kasak-kusuk sudah mulai muncul. Bukan hanya terkait pemilihan Direksi Bursa Efek Indonesia (Pemilu BEI), tetapi juga soal perubahan vital mekanisme...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote class="blogcontent restore">Kasak-kusuk sudah mulai muncul. Bukan hanya terkait pemilihan Direksi Bursa Efek Indonesia (Pemilu BEI), tetapi juga soal perubahan vital mekanisme pemilihan, khas Lapangan Banteng. <br />
<br />
Maklum, hampir setiap jelang Pemilu BEI, ada saja agenda dari kelompok yang berkantor di kawasan sekitar hotel Borobudur itu, untuk menggolkan calon-calonnya. Kali ini menggunakan cara mengubah regulasi.<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><a href="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2253&amp;d=1332833294" id="attachment2253" rel="Lightbox_419" ><img src="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2253&amp;d=1332833294" border="0" alt="Click image for larger version

Name:	BEI Bursa Efek.jpg
Views:	1119
Size:	31.1 KB
ID:	2253" class="size_medium" /></a></div><br />
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengumumkan penerbitan Peraturan Nomor III.A.3 tentang Direktur Bursa Efek pada 24 Februari 2012. Peraturan tersebut menuangkan 6 poin sebagai berikut :<ol class="decimal"><li>Menghapus Threshold berupa 0,2% dari transaksi rata-rata harian BEI selama setahun terkait pengajuan nama calon direksi BEI oleh Anggota Bursa (AB).</li>
<li>Memperpanjang masa jabatan direksi BEI menjadi 5 tahun dari semula 3 tahun.</li>
<li>Pengalihan mandat menentukan direksi BEI yang akan diangkat kepada Bapepam-LK.</li>
<li>Penghapusan mekanisme pemilihan direksi BEI oleh AB dalam RUPS BEI.</li>
<li>Memberikan mandat kepada Bapepam-LK untuk menunjuk manajemen sementara dalam masa kekosongan pada jajaran direksi BEI yang diakibatkan pemberhentian direksi BEI oleh Bapepam-LK.</li>
<li>Perubahan tenggat waktu untuk teknis pengajuan RUPS BEI.</li>
</ol>Secara umum, 3 poin dari 6 poin dalam peraturan tersebut merupakan bentuk pemindahan kekuasaan terkait Pemilu BEI kepada Bapepam-LK, sedangkan poin yang memberikan ruang lebih kepada para AB hanyalah poin pertama. Poin nomor 2 dan 6 bersifat netral.<br />
<br />
Poin paling krusial dari keenam poin peraturan tersebut adalah poin nomor 4 yang menghapus mekanisme pemilihan direksi BEI oleh AB dalam RUPS BEI. Pemberlakuan poin ini berarti menciptakan kekosongan hak untuk menentukan direksi BEI. Maka diberikanlah mandat kepada Bapepam-LK untuk menunjuk direksi BEI yang akan menjabat seperti tertuang pada poin nomor 3. Sejalan dengan itu, dikeluarkan pula hak mandat kepada Bapepam-LK untuk menentukan manajemen sementara dalam masa kekosongan yang diakibatkan pemberhentian direksi BEI oleh Bapepam-LK (poin nomor 5).<br />
<br />
Poin nomor 5 memberikan mandat kepada Bapepam-LK untuk memberhentikan jabatan direksi BEI dan menunjuk pejabat sementara jika diperlukan. Berlakunya poin nomor 3, 4 dan 5 otomatis akan memberikan Bapepam-LK keleluasaan dan kuasa penuh untuk menunjuk direksi BEI yang boleh menjabat, memberhentikan maupun mengangkat pejabat sementara dalam masa kekosongan.<br />
<br />
Singkat kata, Bapepam-LK akan menjalankan fungsi yang mirip dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dalam dunia politik. Bedanya, MPR merupakan kumpulan wakil-wakil rakyat yang konon dipilih oleh rakyat, sedangkan Bapepam-LK merupakan organisasi yang berada dalam koordinasi dengan Kementerian Keuangan, bukan wakil dari para Anggota Bursa (AB).<br />
<br />
Pemberlakuan 3 poin tersebut juga membuat negara, dalam hal ini merujuk kepada Bapepam-LK, memiliki kewenangan untuk menentukan direksi dari sebuah perseroan terbatas bernama PT Bursa Efek Indonesia, meski Bapepam-LK tidak melakukan penyertaan modal alias saham di PT tersebut. Seperti diketahui, kepemilikan saham PT BEI dimiliki oleh 118 perusahaan sekuritas atau perantara perdagangan saham yang disebut sebagai Anggota Bursa (AB).<br />
<br />
Boleh jadi, PT BEI menjadi satu-satunya perusahaan di Indonesia yang hak menentukan direksinya ditentukan oleh pihak yang bukan pemegang saham, dalam hal ini negara melalui Bapepam-LK.<br />
<br />
Wacana ‘Tidak Demokratis’ sempat mencuat di permukaan media massa. Bapepam-LK pun reaksi cepat dengan bantahan. Menurut Bapepam-LK, peraturan baru pemilihan direksi BEI lebih demokratis karena memberikan kesempatan bagi setiap AB atau perusahaan sekuritas untuk mengajukan kepada Bapepam-LK calon-calon yang dijagokannya memimpin PT BEI. Penghapusan batasan 0,2% dari nilai transaksi rata-rata harian BEI selama setahun, memang membuat banyak AB yang tidak memiliki kesempatan mengajukan calon direksi BEI pada Pemilu BEI sebelum-sebelumnya, kini bisa mengajukan calon yang dijagokannya.<br />
<br />
Pada sisi itu memang terjadi demokratisasi peluang AB untuk mengajukan calon-calonnya. Sayangnya, peluang calon yang dijagokannya itu sangat bergantung pada Bapepam-LK yang memiliki kuasa penuh untuk menentukan direksi PT BEI. Penjelasan Bapepam-LK soal pengalihan mandat dari RUPS kepada Bapepam-LK untuk menentukan direksi PT BEI adalah untuk menghindari benturan kepentingan. Bapepam-LK menilai, pengajuan kandidat sekaligus memiliki hak pilih bagi AB untuk memilih direksi BEI dalam RUPS, merupakan suatu benturan kepentingan.<br />
<br />
Sayangnya, Bapepam-LK tidak menjelaskan soal pemberian mandat penuh kepada Bapepam-LK untuk menentukan direksi PT BEI, juga memiliki benturan kepentingan. Seperti diketahui, negara juga memiliki peran untuk mengajukan calon, karena terdapat sejumlah sekuritas atau AB pelat merah di PT BEI. Mengandaikan terjadi penyelewengan kekuasaan, mudah saja bagi negara untuk memenangkan calonnya di kursi kepemimpinan BEI. Dengan berlakunya peraturan ini, jajaran AB pelat merah memiliki peluang melakukan kongsi mengajukan calon yang dititipkan Lapangan Banteng dan kemudian dimuluskan oleh Bapepam-LK sebagai pemilik mandat tertinggi dalam menentukan direksi PT BEI.<br />
<br />
Bukan mengharapkan itu terjadi, tetapi opini penulis, perlu dilakukan pemantauan cukup ketat terhadap celah-celah tersebut. Apalagi, mulai muncul sejumlah pertanyaan seputar alasan di balik perubahan vital mekanisme pemilihan direksi PT BEI tersebut.<br />
<br />
Seorang teman berbisik “Itu terkait agenda OJK (Otoritas Jasa Keuangan).” <br />
<br />
Teman lain berbisik, “Itu terkait pemulusan agenda privatisasi sejumlah BUMN, khususnya mengingat 2 IPO BUMN sebelumnya sempat kisruh dan digosipkan terkait dengan korupsi Muhammad Nazarudin.”<br />
<br />
Gosip yang lebih ekstrem menyebutkan, “Ini salah satu cara dari kubu politik tertentu untuk memuluskan IPO-IPO BUMN dalam rangka memperoleh dana-dana gelap dari IPO.”<br />
<br />
Sulit memastikan mana yang benar. Namun yang jelas, pemberlakuan peraturan ini, dalam opini penulis akan menciptakan perubahan luar biasa dalam alur mekanisme pemilihan direksi PT BEI. Pemberlakuan poin nomor 1 diprediksi akan memancing munculnya banyak paket untuk bersaing merebut kursi BEI 1.<br />
<br />
Pemilu BEI kali ini, sepertinya akan diikutsertakan oleh sejumlah paket, tidak seperti Pemilu BEI sebelum-sebelumnya yang hanya terdiri dari 2-3 paket saja.<br />
<br />
Seorang sumber mengatakan, “Perkiraan ada 6 paket direksi, terdiri dari paket Lapangan Banteng (sekuritas BUMN), paket sekuritas asing, paket sekuritas lokal, paket SRO, paket asosiasi pasar modal dan paket incumbent.”</blockquote>

 ]]></content:encoded>
			<dc:creator>IB News</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.financeindonesia.org/entry.php?419-Ada-Apa-Di-Balik-Aneksasi-Bapepam-LK-Terhadap-Pemilu-Bursa-Efek</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Esia Ceria Berkongsi, Telkom Ketar-Ketir</title>
			<link>http://www.financeindonesia.org/entry.php?418-Esia-Ceria-Berkongsi-Telkom-Ketar-Ketir</link>
			<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 07:23:09 GMT</pubDate>
			<description>Gagal meminang Flexi, gara-gara tidak direstui keluarga calon dan teman-teman dekatnya, Esia milik keluarga Bakrie pun pilih mempersunting Ceria,...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote class="blogcontent restore">Gagal meminang Flexi, gara-gara tidak direstui keluarga calon dan teman-teman dekatnya, Esia milik keluarga Bakrie pun pilih mempersunting Ceria, asuhan keluarga etnis Tionghoa papan atas di Indonesia. Kongsi ini pun mematahkan kabar tak sedap bahwa Bakrie tidak suka etnis Tionghoa.<br />
<br />
<div style="text-align: center;"><a href="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2252&amp;d=1332832905" id="attachment2252" rel="Lightbox_418" ><img src="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2252&amp;d=1332832905" border="0" alt="Click image for larger version

Name:	Esia - Ceria.jpg
Views:	1051
Size:	105.2 KB
ID:	2252" class="size_medium" /></a></div><br />
Rupanya, kegagalan suntingan Esia disebabkan keluarga nona Flexi sudah memiliki calon yang diunggulkan, ialah StarOne yang masih sepupu dengan si nona. Berbau tradisional karena masih berideologi merger sedarah? Boleh dikatakan demikian.<br />
<br />
Wacana Era konvergensi sudah terdengar cukup lama. Mulai dari penggunaan Base Transceiver Station (BTS) bersama, migrasi ke smartphone, deregulasi undang-undang telekomunikasi hingga penyatuan bisnis operator-operator selular. Proyek E-KTP, pembentukan Sistem Informasi Debitur (SID), Biro Informasi Kredit (BIK), sebetulnya juga bagian dari apa yang disebut sebagai variabel Era Konvergensi.<br />
<br />
Ini terjadi secara global. Kelihatannya tidak ada yang bisa menghindar dari salah satu ciri datangnya globalisasi, yaitu penyatuan disana-sini. Semuanya mendekat dan ada yang melebur. Bahkan konsep negara pun mulai meluruh ke dalam konsep mega-negara atau regionalisme, seperti yang sudah terjadi pada Asia Tenggara dengan ASEAN dan masyarakat Eropa dengan Uni Eropanya. Tak luput, Uni Afrika. China tinggal menunggu waktu melebur dengan Taiwan dan rencananya menyusul Korea Utara. Itulah Era Konvergensi.<br />
<br />
Di dalam negeri, baru saja terjadi kongsi dua bisnis selular berbasis CDMA. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) melakukan transaksi share swap dengan PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI). Melalui transaksi ini, BTEL memiliki 35% saham di STI yang ditukar dengan kepemilikan STI sebesar 10% di BTEL. Keduanya memasuki Era Konvergensi.<br />
<br />
Di sektor yang sama, konvergensi bisnis juga terjadi sebelumnya antara PT Smart Telecom milik grup Sinarmas dengan PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) milik grup Bhaktinya Hary Tanoe. Kongsi 2 operator telekomunikasi di tahun 2010 ini kemudian menghasilkan peleburan merek bernama Smartfren.<br />
<br />
Melihat dari historis tersebut, besar kemungkinan Esia dan Ceria juga akan meleburkan layanannya. Mungkin akan bernama Esia Ceria.<br />
<br />
Mulanya, Esia hendak berkongsi dengan Flexi yang berada di bawah payung PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Sayangnya, keluarga BUMN telekomunikasi ini kurang merestui rencana tersebut. Beberapa bilang, aksi unjuk rasa karyawan Telkom menolak penggabungan Flexi dengan Esia dibelakangi oleh kegiatan politik tingkat tinggi. Sangat mungkin, apalagi mengingat hubungan politik antara Presiden SBY dengan Aburizal Bakrie sedang memanas di tahun 2010-2011.<br />
<br />
Kalau diingat-ingat, sebetulnya wacana merger Flexi dengan Esia merupakan bagian dari sebuah konvergensi bisnis-politik besar yang sedang terjadi bersamaan. Di dunia politik terbentuk Sekretariat Gabungan sebagai perwujudan kongsi politik raksasa Partai Demokrat dengan Partai Golkar. <br />
<br />
Di dunia bisnis terjadi kerjasama strategis antara PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dengan PT Bukit Sentul City Tbk (BKSL) milik orang dekat SBY, kemudian akuisisi aset-aset grup Domba Mas yang menjadi kredit macet bank BUMN terbesar PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) oleh PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) hingga rencana merger Flexi milik BUMN telekomunikasi terbesar TLKM dengan Esia milik BTEL. BUMN migas Pertamina pun sempat digosipkan akan berkongsi membeli saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Semua terjadi hampir bersamaan, baik di dunia politik maupun bisnis.<br />
<br />
Maklum, bagi pengusaha papan atas sekelas grup Bakrie, tentunya model bisnis akan lebih efektif dan efisien jika langkah bisnis dapat dilakukan satu paket dengan alur di dunia politik.<br />
<br />
Sayangnya, rencana penggabungan usaha Flexi dengan Esia batal karena faktor yang hingga kini belum dijelaskan. Life must go on. Esia pun mencari pinangan lain, begitu pula dengan Flexi, Telkom harus mencarikan pasangan yang tepat. Sementara di luar sana hanya tersisa 2 pemain CDMA yang mungkin memang bersuka cita atas gagalnya perkawinan usaha Flexi – Esia dan begitu berharap dipinang karena sudah megap-megap untuk menyambung nyawa. Ialah StarOne milik PT Indosat Tbk (ISAT) dan Ceria milik STI.<br />
<br />
Perlombaan pun dimulai. Esia melobi Ceria, sedangkan Flexi melobi StarOne. Garis finish dicolek duluan oleh Esia yang berhasil menggandeng Ceria. Pada 13 Maret 2012, BTEL induknya Esia menandatangani perjanjian jual beli bersyarat dengan STI induknya Ceria. Transaksi tukar guling saham ini diduga kuat tidak hanya berupa kepemilikan bersama, melainkan juga peleburan bisnis Esia dan Ceria di bawah satu bendera.<br />
<br />
Rupanya, TLKM, induknya Flexi, sudah mencium gelagat tersebut. Satu hari sebelum Esia dan Ceria mengumumkan telah dilakukannya perjanjian jual beli, dunia pemberitaan diramaikan isu rencana TLKM membeli StarOne dari ISAT untuk dilebur dengan Flexi. Menteri BUMN Dahlan Iskan buru-buru memberikan pernyataan bahwa Kementerian BUMN memberikan ‘lampu hijau’ bagi TLKM untuk mengambil alih StarOne.<br />
<br />
TLKM tahu betul, jika Flexi tidak segera nikahkan, maka hampir dapat dipastikan tidak membutuhkan waktu lama bagi kongsi Esia – Ceria untuk membalap posisi Flexi sebagai pemain CDMA peringkat 1 di Indonesia. Dan dipercepatlah proyek peleburan Flexi – StarOne. Siapa yang akan menang memang belum dapat dipastikan. Namun TLKM patut waspada jika tidak segera melakukan langkah strategis.<br />
<br />
Mari sedikit melihat historis kinerja mereka. Dalam industri telekomunikasi, tolak ukur yang paling tepat untuk menilai brand mana yang lebih potensial adalah dengan melihat pertumbuhan cacah alias jumlah pelanggan-pelanggannya (subscriber).<br />
<br />
Pada tahun 2009, Flexi mencatat 15 juta pelanggan, sedangkan Esia mencatat 10,6 juta pelanggan atau setara dengan 70,67% dari pelanggan Flexi. Selisih jumlah pelanggan Flexi dengan Esia sebanyak 4,4 juta pelanggan. Sementara StarOne mengantongi 543 ribu pelanggan dan Ceria 500 ribu pelanggan. Keduanya mencatat selisih jumlah pelanggan sebanyak 43 ribu pelanggan.<br />
<br />
Setahun kemudian, pelanggan Flexi bertambah 3 juta pelanggan (20%) menjadi 18 juta pelanggan. Esia di tahun 2010 mencatat pertambahan 2,4 juta pelanggan (22,64%) menjadi 13 juta pelanggan. Rasio jumlah pelanggan Esia terhadap Flexi di akhir 2010 mencapai 72,22%, atau naik 1,55%.<br />
<br />
Di tahun 2010, StarOne mencatat kenaikan jumlah pelanggan sebanyak 136.400 pelanggan (25,12%) menjadi 679.400 pelanggan. Sementara Ceria mencatat penurunan jumlah pelanggan sebanyak 140.000 pelanggan (28%) menjadi 360.000 pelanggan.<br />
<br />
Kemudian di tahun 2011, Flexi mencatat 18,4 juta pelanggan atau naik 400.000 pelanggan (2,22%). Esia di tahun yang sama mencatat kenaikan pelanggan sebanyak 1,7 juta pelanggan (13,07%) menjadi 14,7 juta pelanggan. Rasio jumlah pelanggan Esia terhadap Flexi di akhir 2011 mencapai 79,89% atau naik 7,67% dari tahun 2010 sebesar 72,22%. Jika dilihat dari posisi tahun 2009, pertumbuhan pelanggan Flexi tercatat sebanyak 3,4 juta pelanggan atau naik 22,67% dari 15 juta pelanggan di 2009 menjadi 18,4 juta pelanggan di 2011. Kompetitor utamanya, Esia, mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan sebanyak 4,1 juta pelanggan atau naik 38,68% dari 10,6 juta pelanggan di 2009 menjadi 14,7 juta pelanggan di akhir 2011.<br />
<br />
Di sisi lain, StarOne mengalami penurunan jumlah pelanggan yang sangat signifikan di 2011. Tercatat hanya sebesar 228.884 pelanggan di akhir 2011 atau menurun 450.516 pelanggan (66,31%) dari 679.400 pelanggan.<br />
<br />
Senasib dengan StarOne, merek Ceria milik grup Sampoerna mengalami penurunan jumlah pelanggan sebanyak 131.000 pelanggan (36,39%) menjadi 229.000 pelanggan di akhir 2011. Jika hitung dari posisi tahun 2009, jumlah pelanggan Ceria merosot 271.000 pelanggan (54,20%) dari 500.000 pelanggan di akhir 2009.<br />
<br />
Sementara jika dihitung dari posisi akhir 2009, jumlah pelanggan StarOne merosot 314.116 pelanggan (57,85%) dari 543.000 di akhir 2009 menjadi 228.884 ribu pelanggan di akhir 2011. Tak lebih baik dari Ceria.<br />
<br />
Dengan perhitungan sederhana, penggabungan usaha Esia – Ceria akan menghasilkan pemain CDMA yang memiliki kurang lebih 15 juta pelanggan, sedangkan penggabungan Flexi – StarOne akan menghasilkan pemain CDMA yang memiliki kurang lebih 18,7 juta pelanggan.<br />
<br />
Rasio jumlah pelanggan Esia – Ceria terhadap Flexi – StarOne akan menjadi sebesar 80,21% di 2011 atau naik 0,32% dari posisi rasio Esia terhadap Flexi pada periode yang sama sebesar 79,89%. Jika di tahun 2009, rasio jumlah pelanggan Esia terhadap Flexi sebesar 70%, dengan penggabungan usaha Esia – Ceria, rasionya akan meningkat menjadi 80%. <br />
<br />
Singkatnya, di tahun 2009 Esia membutuhkan pertumbuhan 30% atau 3 langkah ke depan untuk menyamai Flexi, dengan penggabungan usaha Esia – Ceria, hanya membutuhkan pertumbuhan 20% atau 2 langkah saja untuk menyamai posisi Flexi – StarOne. Apalagi, di tahun 2011 lalu, Flexi hanya berhasil mengakuisisi 400.000 pelanggan baru, sedangkan Esia berhasil mengakuisisi 1,7 juta pelanggan baru. Maka sudah semestinya jika TLKM mulai ketar-ketir dan harus buru-buru melakukan konvergensi bisnis dengan StarOne, agar tidak ketinggalan dengan duet bisnis grup Bakrie dengan Sampoerna di Esia Ceria.</blockquote>

 ]]></content:encoded>
			<dc:creator>IB News</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.financeindonesia.org/entry.php?418-Esia-Ceria-Berkongsi-Telkom-Ketar-Ketir</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Mari belajar melihat arah trend bersama dari rumah anda...</title>
			<link>http://www.financeindonesia.org/entry.php?416-Mari-belajar-melihat-arah-trend-bersama-dari-rumah-anda...</link>
			<pubDate>Mon, 12 Mar 2012 17:23:23 GMT</pubDate>
			<description>*SAY NO TO DRUGS, SAY NO TO LOSS!!* 
 
Tahukah anda bahwa 90% trader yang rugi dalam trading saham, forex, dan komoditas adalah mereka yang gagal...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote class="blogcontent restore"><b>SAY NO TO DRUGS, SAY NO TO LOSS!!</b><br />
<br />
Tahukah anda bahwa 90% trader yang rugi dalam trading saham, forex, dan komoditas adalah mereka yang gagal membaca arah trend? Banyak dari mereka yang memiliki ribuan indikator, robot, bahkan telah berlangganan dengan software seharga ribuan dollar tapi tetap saja mengalami kehancuran dari portfolionya? Setelah melalui penelitian mendalam oleh tim research &amp; development Astronacci maka ditemukan bahwa semua ini terjadi karena kegagalan akan identifikasi/pengenalan trend yang terjadi. Mungkin anda berkata "Saya tahu trend bullish, bearish, sideways!" tapi riset membuktikan bahwa hal itu hanya mudah diucapkan tapi pada saat harus menentukan arah trend masih banyak trader/investor yang salah sehingga akhirnya selalu rugi. Coba bayangkan, kalau anda benar dalam menentukan arah trend bullish untuk periode tertentu misalnya 2 bulan kedepan dan anda melakukan pembelian pada sebuah saham dan melupakannya, apa yang terjadi? Jawabannya mudah, PROFIT! Sama dengan para investor yang membeli ASII di harga Rp7,000 saat market crash 2008, membeli saham MAPI di harga Rp800 di 2010, dan bahkan membeli saham BUMI dari orang yang frustasi dan melakukan cut loss di Rp400, mereka mendapatkan keuntungan besar karena tahu bahwa trend sudah menjadi bullish. Sedangkan korbannya adalah yang tidak tahu apakah trend yang terjadi saat ini.<br />
<br />
Maka hari ini Astronacci mengundang anda untuk mengikuti WEBINAR yang akan membahas teknik analisis yang paling dasar dan mudah dipelajari secara GRATIS, bahkan untuk anda seorang ibu rumah tangga yang baru memulai bisnis saham. Webinar ini akan dibawakan langsung oleh Gema Goeyardi, President dan Founder Astronacci International.<br />
<br />
Jangan sia-siakan WEBINAR ASTRONACCI dengan judul "TREND ANALYSIS" yang akan diadakan pada hari Rabu, 14 Maret 2012 jam 19:00 waktu Jakarta. Ingin mendaftar silahkan click gambar dibawah ini: UNTUK PERTANYAAN LEBIH LANJUT DAN PENDAFTARAN MANUAL SILAHKAN HUBUNGI 021.3587.5666.<br />
<br />
DAFTAR SEKARANG JUGA DAN NIKMATI SEMINAR ONLINE DARI RUMAH ANDA:<br />
<br />
:oCLICK: <a href="https://www3.gotomeeting.com/register/347825718" target="_blank">https://www3.gotomeeting.com/register/347825718</a><br />
<a href="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2226&amp;d=1331572934" id="attachment2226" rel="Lightbox_416" ><img src="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2226&amp;d=1331572934&amp;thumb=1" border="0" alt="Click image for larger version

Name:	Webinar.jpg
Views:	12
Size:	42.0 KB
ID:	2226" class="thumbnail" style="float:CONFIG" /></a></blockquote>

 ]]></content:encoded>
			<dc:creator>Gema</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.financeindonesia.org/entry.php?416-Mari-belajar-melihat-arah-trend-bersama-dari-rumah-anda...</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Trend M&A 2012 di Indonesia]]></title>
			<link>http://www.financeindonesia.org/entry.php?415-Trend-M-amp-A-2012-di-Indonesia</link>
			<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 03:43:47 GMT</pubDate>
			<description>Pasar dometik Indonesia yang sangat besar sekaligus menjadikan fundamental makro ekonomi begitu kokoh, pertumbuhan ekonomi lebih dari enam persen...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote class="blogcontent restore">Pasar dometik Indonesia yang sangat besar sekaligus menjadikan fundamental makro ekonomi begitu kokoh, pertumbuhan ekonomi lebih dari enam persen dalam lima tahun terakhir, stabilitas moneter dan terjaganya kinerja perbankan, serta terutama diperolehnya <i>investment grade</i> dari Fitch (menaikkan rating utang dari BB+ ke BBB-) dan Moody’s (menaikkan rating utang dari ba1 ke Baa3) menjadikan pasar di Indonesia sebagai incaran utama para investor global. Dengan perkembangan tersebut, dari berbagai skema invetasi yang akan dilakukan, diprediksi deals atas <i>Merger and Acquisitions</i> (M&amp;A) di Indonesia akan mendominasi eksekusi investasi langsung di Indonesia. Lantas, bagaimana trend dari deals M&amp;A ini selama 2012 di Indonesia?<br />
<br />
<b>5 Target M&amp;A</b><br />
<br />
Untuk menganalisis trend deals atas M&amp;A bisa dilihat dari <i>investment appetite</i> dari <i>buyer side</i> dan kebutuhan <i>fund raising</i> (equity) oleh <i>seller side</i>. <i>Investment appetite</i> dari <i>buyer side</i> (investor), baik <i>investment institution</i> yang terutama terdiri dari <i>Private Equity</i> (PE) dan <i>Venture Capital</i> (VC) maupun korporasi dalam industri sejenis, bisa dianalisis berdasarkan potensi pasar yang ada di Indonesia. Potensi pasar ini bisa diperoleh berdasarkan pola pembelanjaan rutin yang dilakukan oleh masyarakat. <br />
<br />
<i>Emerging Consumer Survey</i> yang dilakukan oleh Credit Suisse pada akhir Januari 2012 setidaknya bisa memberikan gambaran bagaimana potensi pasar yang ada di Indonesia. Berdasarkan survei tersebut, terdapat sepuluh pembelanjaan rutin bulanan yang dilakukan oleh masyarakat. Kesepuluh pembelanjaan tersebut ialah (i) makanan (37%), (ii) rumah (11%), (iii) kendaraan (8%), (iv) pendidikan (8%), (v) tabungan (8%), (vi) transportasi &amp; komunikasi (7%), (vii) kesehatan (6%), (viii) lainnya (5%), (ix) hiburan (4%), dan (x) mobile phone (3%).<br />
<br />
Mempertimbangkan hasil survei tersebut, sebenarnya dari kesepuluh jenis pembelanjaan tersebut yang sekaligus merefleksikan sektor industri semuanya akan menjadi target dari deals atas M&amp;A. Namun, jika mempertimbangkan faktor utama lain dalam melakukan M&amp;A, yakni karakteristik &amp; struktur pemain industri di Indonesia, maka berdasarkan analisis kami dari sisi <i>buyer side</i> terdapat lima target utama deals M&amp;A. <br />
<br />
<i>Pertama</i>, sektor energi. Perusahaan - perusahaan di sektor energi akan menjadi target utama M&amp;A, karena kebutuhan energi domestik, baik untuk rumah tangga, bisnis, dan industri masih tinggi dan bahkan sebagian diantaranya belum terpenuhi. Selain itu, permintaan energi untuk pasar global juga masih sangat tinggi. Pertimbangan penting lainnya ialah rasio jumlah perusahaan publik dengan total perusahaan masih relatif rendah (kurang dari 20 persen). Target investor untuk sektor energi ini ialah selain menargetkan pendapatan dari aktivitas operasional juga menargetkan pendapatan dari kenaikan nilai perusahaan saat dilakukannya <i>exit strategy</i>, terutama melalui IPO.<br />
<br />
<i>Kedua</i>, <i>financial services</i>. Menelisik pola alokasi kelebihan dana masyarakat di Indonesia yang sekitar 40 persen masih dialokasikan sebagai tabungan di perbankan, maka pasar untuk <i>financial services non banking</i> di Indonesia masih sangat besar. Perusahaan <i>asset management</i>, perusahaan sekuritas, asuransi, dan pembiayaan kelas kecil - menengah akan menjadi target utama akuisisi oleh para investor. Perusahaan - perusahaan di industri ini menjadi target deals M&amp;A, karena <i>market share</i> yang ada masih dikuasai oleh maksimal tiga perusahaan. Misalnya perusahaan <i>asset management</i> (berdasarkan AUM, baik <i>public</i> maupun <i>private fund</i>) masih dikuasai oleh Schroders, Manulife, dan BNP Paribas serta untuk perusahaan asuransi dikuasai oleh Prudential, AIA, dan Allianz. Tipe <i>buyer side</i> yang akan masuk ke industri ini adalah korporasi dari industri sejenis yang menargetkan pendapatan dari aktivitas operasional perusahaan. <br />
<br />
<i>Ketiga</i>, makanan <i>non consumer good</i>. Walaupun dari pembelanjaan rutin bulanan, segmen makanan (termasuk di dalamnya minuman) menjadi pembelanjaan utama, namun deals M&amp;A di sektor ini tidak akan seatraktif dibandingkan dengan deals di sektor energi dan <i>financial services</i>. Hal ini terutama dikarenakan pemain atas industri makanan, terutama produksi telah dikuasasi oleh perusahaan multinasional dan nasional besar, seperti Unilever, Nestle, Danone, dan Indofood. Namun, perusahaan-perusahaan untuk <i>supporting</i> industri makanan dan gerai makanan akan menjadi target deals M&amp;A. Berdasarkan data yang ada, pola pembelian makanan pada gerai makanan internasional sebesar 20 persen, sebesar 40 persen pada gerai makanan <i>brand</i> nasional, dan sisanya terhadap gerai <i>non brand</i>. Pangsa pasar 40 persen itulah yang menjadi target akuisisi oleh <i>buyer side</i> yang terutama merupakan <i>investment institution</i>.<br />
<br />
<i>Keempat</i>, telekomunikasi &amp; ICT. Sektor telekomunikasi yang akan menjadi target M&amp;A ialah terutama jasa penyedia internet dan <i>supporting</i> untuk bisnis telekomunikasi. Dikarenakan pembelanjaan untuk komunikasi telah menjadi belanja rutin dengan <i>trend</i> yang meningkat (terutama untuk harga yang murah), maka <i>supporting</i> atas bisnis telekomunikasi yang terdiri dari menara jaringan, produksi chip, dan lain sebagainya akan menjadi target merger dan akusisi oleh para investor. Sementara itu, perusahaan - perusahaan di bidang ICT, baik <i>web based</i>, <i>content provider</i>, maupun lainnya akan menjadi target akuisisi. Tren ini terutama akibat pertumbuhan pesat pengguna internet di Indonesia, di mana yang pada tahun 2006 masih sebesar 20 juta dan sekarang sekitar 50 juta serta sampai tahun 2015 diprediksi sebesar 90 juta pengguna (BCG, 2011). <br />
<br />
Kelima, kesehatan. Sektor kesehatan yang terutama perusahaan dari pendukung pengobatan, seperti laboratorium kesehatan, produsen alat - alat kesehatan, dan produsen obat akan menjadi target untuk merger dan akuisisi. Target M&amp;A di sektor kesehatan ini dikarenakan adanya kenaikan kelas menengah masyarakat, sehingga dari sebelumnya yang hanya keehatan yang paling mendasar yang selalu mendapatkan prioritas, namun sekarang ada trend mengantisipasi penyakit. <br />
<br />
Di luar lima target utama dari buyer side untuk deals M&amp;A sebelumnya, maka <i>trend</i> untuk sektor real estate (rumah), kendaraan, dan transportasi ialah ekspansi dengan memaksimalkan <i>fund raising</i> dari skema <i>debt</i> (<i>banking loan</i>, MTN, atau obligasi).</blockquote>

 ]]></content:encoded>
			<dc:creator>jati.andrianto</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.financeindonesia.org/entry.php?415-Trend-M-amp-A-2012-di-Indonesia</guid>
		</item>
		<item>
			<title>FI Newsletter - Februari 2012</title>
			<link>http://www.financeindonesia.org/entry.php?414-FI-Newsletter-Februari-2012</link>
			<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 06:01:00 GMT</pubDate>
			<description>Halo pengguna dan member Finance Indonesia yang terhormat, 
 
Salam sehat dan sukses selalu.    
 
*STAY TUNED ON RADIO FINANCE INDONESIA*  
 
Sejak...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote class="blogcontent restore">Halo pengguna dan member Finance Indonesia yang terhormat,<br />
<br />
Salam sehat dan sukses selalu.   <br />
<br />
<b>STAY TUNED ON RADIO FINANCE INDONESIA</b> <br />
<br />
Sejak diluncurkan bulan Oktober tahun 2011 Radio Finance Indonesia mendapat respon yang sangat baik dari pengguna dan member FI. Di bulan Februari ini Radio Finance Indonesia akan mengadakan event offline untuk salah satu program radio yaitu GREENNESIA.<br />
<br />
Event yang bertajuk <a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?540-Green-CSR-Save-Our-Culture-Save-Our-Nature" target="_blank"><b>Green CSR: Save Our Culture, Save Our Nature</b></a> adalah event talkshow dan performance yang akan diselenggarakan di @america, Pacific Place, SCBD, Jakarta. Pembicara yang hadir untuk talkshow antara lain adalah: Nadine Zamira (Miss Earth Indonesia 2009), Setiobudhi Soemartono (Director, GE Indonesia), Arian Ardie (American Chamber, Indonesia), Sudirman Asun (Eco Warrior from Ciliwung river), Iwa Kusuma (Musician). Moderator:Jati Andrianto (VP, Asia Strategic Advisory). Sedangkan performance akan menampilkan ORSUN (Iwa K, Yuke Dewa, Budhy Haryono, Yudhis Dwiko, Endang). Event ini terbuka untuk umum dan gratis.<br />
<br />
GREENNESIA adalah program tentang Green Investment dan Green Lifestyle tayang setiap hari Jumat dari jam 1 siang sampai dengan jam 3 sore. <br />
<br />
Program reguler Radio Finance Indonesia adalah: HIT - Happy Investing and Trading setiap hari Jumat jam 9 pagi sampai dengan jam 5 sore. Program ini berisi ulasan pasar saham, investasi dan informasi terkini dari Bursa Efek Indonesia.<br />
<br />
Radio Finance Indonesia sebagai internet radio channel dapat diakses melalui link:<br />
<br />
<b><a href="http://radio.financeindonesia.org" target="_blank">http://radio.financeindonesia.org</a></b><br />
<br />
FI People dapat menikmati live streaming Radio Finance Indonesia di perangkat PC, laptop, PC tablet (via Windows Media Player, Winamp), Blackberry, iPad, iPhone dan smartphone lainnya melalui link: <br />
<br />
<b><a href="http://netradio.financeindonesia.org" target="_blank">http://netradio.financeindonesia.org</a></b><br />
<br />
Profile, Schedule, Team, dan Rate Card silakan kunjungi <a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?457-radio" target="_blank"><b>halaman </b></a>ini.<br />
<br />
<b>Blog: Entrepreneurship Indonesia</b><br />
<br />
Halaman Blog dengan nama Entrepreneurship Indonesia ini adalah layanan dari Finance Indonesia yang selalu mendukung dunia entrepreneurship di Indonesia secara konsisten. Entrepreneurship Indonesia adalah direktori profile para entrepreneur Indonesia baik sektor technology maupun non-technology. Lebih lengkap silakan kunjungi laman ini. Jika Anda berminat untuk berpartisipasi, silakan hubungi kami di adres email: <a href="mailto:info@financeindonesia.org">info@financeindonesia.org</a><br />
<br />
<b>Media Partnership</b><br />
<br />
Mengawali tahun 2012, FI menjadi official media partnership untuk event: <br />
<b><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?532-Coaltrans-Asia-Coal-Trading-Forum-2012" target="_blank">Coaltrans Asia Coal Trading Forum 2012 </a></b><br />
<br />
Event February 2012 adalah:<ul><li><b><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?540-Green-CSR-Save-Our-Culture-Save-Our-Nature" target="_blank">Green CSR, Save Our Culture, Save Our Nature </a></b></li>
<li><b><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?530-Indonesia-International-Banking-Convention-2012" target="_blank">Indonesia International Banking Convention 2012 </a></b></li>
<li><b><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?527-Port-Initiation-and-Planning-Asia-2012" target="_blank">Port Initiation and Planning Asia 2012 </a></b></li>
<li><b><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?528-Open-Cut-Mine-Planning-Operational-Excellence-2012" target="_blank">Open Cut Mine Planning &amp; Operational Excellence 2012 </a></b></li>
<li><b><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?529-10th-Annual-Coal-Markets-2012" target="_blank">10th Annual Coal Markets 2012</a></b></li>
<li><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?569" target="_blank"><b>The 11th ICMSS National Seminar and Training</b></a></li>
</ul>Informasi beragam event selengkapnya dapat dilihat di halaman <a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?531-events" target="_blank"><b>Event</b></a> ini.<br />
<br />
<a href="http://www.financeindonesia.org/forum.php" target="_blank"><b>Forum</b></a><br />
<br />
Forum Finance Indonesia banyak dikunjungi oleh pengguna yang saling bertukar informasi mengenai investasi saham, lowongan kerja, dan beasiswa studi. Beberapa thread yang menyajikan riset saham dalam format PDF menjadi favorit para pengguna. Berikut adalah link forum-forum tersebut:<ul><li><b>Investasi Saham: <a href="http://www.financeindonesia.org/forumdisplay.php?4-Stocks-Market" target="_blank">Stocks Market</a></b></li>
<li><b>Lowongan Kerja: <a href="http://www.financeindonesia.org/forumdisplay.php?46-Career-Development" target="_blank">Career Development</a></b></li>
<li><b>Beasiswa: <a href="http://www.financeindonesia.org/forumdisplay.php?9-Campus-Life" target="_blank">Campus Life</a></b></li>
</ul>Free for download untuk sisipan atau attachment yang tersedia di thread Forum Finance Indonesia.<br />
<br />
<b>Articles</b><br />
<br />
Berikut adalah artikel pilihan di bulan Januari:<ul><li><b><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?517-Top-Deal-Bisnis-Investasi-dan-Aksi-Korporasi-Global" target="_blank">Top Deal Bisnis Investasi dan Aksi Korporasi Global </a> </b></li>
<li><b><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?519-Viral-Aggregator-BuzzFeed-Raih-USD-15-5-Juta" target="_blank">Viral Aggregator BuzzFeed Raih USD 15,5 Juta </a>  </b></li>
<li><b><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?520-Prospek-Kredit-Asia-Pasifik-Tahun-2012" target="_blank">Prospek Kredit Asia-Pasifik Tahun 2012   <br />
</a></b></li>
</ul><b>Social Media</b><br />
<br />
Kunjungi official account Finance Indonesia di <a href="http://www.facebook.com/FinanceIndonesia" target="_blank"><b>Facebook</b></a> serta follow akun twitter <b><a href="https://twitter.com/findonesia" target="_blank">@findonesia</a></b> dan <a href="https://twitter.com/#!/radiofinance" target="_blank"><b>@radiofinance</b></a><br />
<br />
<b>Contact FI </b><br />
<br />
Bila ada pertanyaan mengenai cara pengiriman atau posting tulisan, kerjasama media partnership, menjadi narasumber program radio, advertising dan lain-lain silakan hubungi kami melalui email <br />
<br />
<b>info@financeindonesia.org</b><br />
<br />
Terima kasih dan salam FI<br />
<br />
<b>FI Management<br />
Socrates, Andy, Aan, Hari, Jati</b></blockquote>

 ]]></content:encoded>
			<dc:creator>FI Management</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.financeindonesia.org/entry.php?414-FI-Newsletter-Februari-2012</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Lionsgate Akuisisi Summit Entertainment Produsen Film Twilight Saga</title>
			<link>http://www.financeindonesia.org/entry.php?412-Lionsgate-Akuisisi-Summit-Entertainment-Produsen-Film-Twilight-Saga</link>
			<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 06:15:57 GMT</pubDate>
			<description>Friday the 13th adalah sebuah judul film layar lebar dan TV yang sukses. Terkait dengan film, pada hari Jumat yang bertepatan pada tanggal 13 Januari...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote class="blogcontent restore">Friday the 13th adalah sebuah judul film layar lebar dan TV yang sukses. Terkait dengan film, pada hari Jumat yang bertepatan pada tanggal 13 Januari 2012 dua perusahaan produsen, distributor dan studio film raksasa, Lionsgate dan Summit Entertainment mengumumkan bahwa keduanya telah menyelesaikan transaksi senilai USD 412,5 juta dalam bentuk kombinasi uang tunai dan saham atas akuisisi yang dilakukan Lionsgate.<br />
<br />
<div class="img_align_center "><a href="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2100&amp;d=1326521106" id="attachment2100" rel="Lightbox_412" ><img src="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2100&amp;d=1326521106" border="0" alt="Click image for larger version

Name:	lionsgate-logo.JPG
Views:	896
Size:	20.1 KB
ID:	2100" class="align_center" /></a></div><br />
<br />
Transaksi antara Lionsgate dan Summit Entertainment menyatukan dua studio terkemuka dengan brand yang kuat dan memiliki aset komplementer. Posisi Lionsgate sebagai perusahaan hiburan terbesar dan paling terdiversifikasi independen di dunia akan menjadi semakin kuat.  Penyatuan dua brand hiburan yang kuat dan membawa dua waralaba fitur kelas dunia film akan membangun posisi Lionsgate sebagai pemimpin pasar di segmen pasar dewasa muda.<br />
<br />
Perusahaan produsen dan distributor film dunia terbagi dalam dua kelompok besar dari skala produksi, yaitu major studio film dan mini studio film. Untuk major studio film, nama-nama seperti The 20th Century Fox, Warner Bros, Paramount, Columbia, Universal, dan Walt Disney mendominasi bisnis dengan julukan The Big Six. Kelompok perusahaan mini studio film didominasi Lionsgate, Summit Entertainment, The Weinstein Company, CBS Films dan MGM.<br />
<br />
Lionsgate (ticker LGF di NYSE) dikenal sebagai produsen film dengan brand terkenal seperti The Lincoln Lawyer, Tyler Perry's Madea's Big Happy Family, <a href="http://www.financeindonesia.org/showthread.php?1184-Margin-Call" target="_blank">Margin Call</a>, The Expendables, The Last Exorcism, Tyler Perry's Why Did I Get Married Too?, Kick Ass dan Precious. Dengan mengakuisisi Summit Entertainment, Lionsgate akan menambah koleksi perpustakaan dengan 13.000 judul hiburan film. Summit Entertainment memiliki brand film box-office yang terkenal dan meraih Academy Award, seperti The Twilight Saga, <a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?150-OSCAR-2010-Did-The-Hurt-Locker-Make-Avatar-Hurt-In-The-Blind-Side-With-Crazy-Heart" target="_blank">The Hurt Locker</a> dan Red. <br />
<br />
Akuisisi perusahaan di indutri film sangat menarik. Bisnis DreamWorks yang berjalan dengan sangat sukses di periode tahun 1998-2005 menjadi ancaman The Big Six. Sehingga pada tahun 2006, Viacom anak perusahaan Paramount mengakuisisi DreamWorks. Tetapi tahun 2008, DreamWorks menjadi perusahaan independen kembali dan mempercayakan fungsi distribusi kepada Touchstone.<br />
<br />
Untuk memahami latar belakang dari akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan seperti DreamWorks, Viacom, dan Lionsgate tersebut, ada baiknya mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi bisnis di industri entertainment atau industri hiburan antara lain:<ul><li>Modal investasi dan biaya produksi dan pemasaran film-film dan serial televisi</li>
<li>Ketidakpastian keberhasilan komersial dari film dan program televisi</li>
<li>Biaya mempertahankan kekayaan intelektual,</li>
<li>Kesulitan dalam mengintegrasikan bisnis yang diperoleh</li>
<li>Kemampuan untuk mewujudkan sinergi operasi, risiko yang berkaitan dengan strategi akuisisi dan integrasi bisnis yang diperoleh,</li>
<li>Perubahan teknologi dan tren lain yang mempengaruhi hiburan industri</li>
</ul>"Transaksi ini melanjutkan strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan Lionsgate untuk membangun sebuah perusahaan media kelas dunia yang terdiversifikasi melalui kombinasi dari disiplin, akuisisi strategis dan pertumbuhan organik serta tetap menjaga neraca yang solid," kata Lionsgate Co-Chairman dan Chief Executive Officer Jon Feltheimer. <br />
<br />
Perihal akuisisi, Lionsgate adalah perusahaan yang cukup aktif melakukan aksi korporasi di industri. Nama-nama perusahaan seperti Trimark, Artisan, Redbus, Debmar-Mercury, Mandate and TV Guide Network telah sukses diakuisisi dan berintegrasi dengan Lionsgate.<br />
<br />
Semangat entrepreneurship atau kewirausahaan ternyata menjadi salah satu nilai dari Lionsgate yang menjadi perhatian Rob Friedman Co-Chairman Summit Entertainment seperti komentarnya dalam siaran pers yang mengatakan bahwa "Jon Feltheimer, Michael Burns dan seluruh tim Lionsgate telah membangun perusahaan sebagai pemimpin konten menarik dan kewirausahaan selama 12 tahun terakhir, dan kami senang untuk bergabung bersama dua perusahaan besar," <br />
<br />
Perhatian CEO Lionsgate terhadap keseimbangan neraca keuangan dengan agresivitas aksi korporasi dalam bentuk akuisisi diperlihatkan dari kondisi keuangan perusahaan yang menjadi target akuisisi. Terkait akuisisi Summit Entertainment, diketahui pendapatan waralaba dari film Twilight Saga telah mencapai USD 2,5 miliar. <br />
<br />
Peran adviser sangat penting dalam suatu proses akuisisi yang kompleks. JP Morgan, Barclays Capital, and Jefferies berperan sebagai adviser, arrangers dan bookrunners untuk pembiayaan proses akuisisi oleh Lionsgate. Wachtell, Lipton, Rosen &amp; Katz menjadi legal adviser Lionsgate. Sedangkan Summit Entertainment menunjuk Liner Grode Stein LLP and Skadden, Arps, Slate, Meagher &amp; Flom LLP sebagai adviser.<br />
<br />
Sangat menarik untuk menantikan bagaimana kinerja Lionsgate pasca-akuisisi Summit Entertainment. Apakah perusahaan akan berpindah dari perusahaan mini studio film menjadi major studio film? Apakah Lionsgate akan mampu menarik perhatian The Big Six? Seperti judul film <a href="http://youtu.be/4S9a5V9ODuY" target="_blank">Hunger Games</a>, apakah Lionsgate masih &#8216;lapar&#8217; untuk melakukan akuisisi?<br />
<br />
Apakah Lionsgate tertarik untuk memproduksi dan mendistribusikan film Indonesia? Peran serta perusahaan kelas dunia tentu akan memberi dampak yang positif dan signifikan terhadap industri film Indonesia. Sehingga Indonesia tidak selalu menjadi negara konsumen setia dari film-film buatan Hollywood. Just a wish.<br />
<br />
Persepsi Friday the 13th yang selalu identik dengan horror tidak berlaku bagi Lionsgate dan Summit Entertainment yang mengumumkan secara resmi dari kesepakatan deal transaksi dari akuisisi USD 412,5 juta sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan untuk menjadi pemimpin pasar industri film dunia.<br />
<br />
<b>Referensi:<br />
<a href="http://www.lionsgate.com/" target="_blank">Lionsgate - Official Website</a><br />
<a href="http://www.bloomberg.com/news/2012-01-13/lions-gate-acquires-summit-entertainment.html" target="_blank">Bloomberg - Lions Gate Acquires Summit Entertainment</a><br />
</b></blockquote>

 ]]></content:encoded>
			<dc:creator>Hari Wijayanto</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.financeindonesia.org/entry.php?412-Lionsgate-Akuisisi-Summit-Entertainment-Produsen-Film-Twilight-Saga</guid>
		</item>
		<item>
			<title>FI Newsletter - Januari 2012</title>
			<link>http://www.financeindonesia.org/entry.php?413-FI-Newsletter-Januari-2012</link>
			<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 04:52:00 GMT</pubDate>
			<description>Halo pengguna dan member Finance Indonesia yang terhormat, 
 
Salam sehat dan sukses selalu. Newsletter edisi Januari 2012 ini FI Management...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote class="blogcontent restore">Halo pengguna dan member Finance Indonesia yang terhormat,<br />
<br />
Salam sehat dan sukses selalu. Newsletter edisi Januari 2012 ini FI Management menyampaikan ringkasan aktifitas online dan offline tahun 2011 dan info tahun 2012. <br />
<br />
Setelah satu tahun sejak Finance Indonesia launch 4 Januari 2010 pada tahun 2011 menampilkan desain layout dan fitur baru. Desain layout Finance Indonesia tersebut untuk mempermudah pengguna untuk mengkases berbagai fitur. <br />
<br />
Terdapat dua fitur terbaru, <b>pertama</b> adalah <b><a href="http://radio.financeindonesia.org" target="_blank">Internet Radio</a></b> yang menyajikan berbagai program. FI People dapat menikmati live streaming Radio Finance Indonesia di perangkat PC, laptop, PC tablet (via Windows Media Player, Winamp), Blackberry, iPad, iPhone dan smartphone lainnya melalui link <b><a href="http://netradio.financeindonesia.org" target="_blank">streaming</a></b> ini.<br />
<br />
<b>Kedua,</b> adalah <b>Audio &amp; Video</b>. Bincang-Bincang Market adalah salah satu program talkshow exclusive Radio Finance Indonesia yang melibatkan Senior Management sebagai narasumber. Hasil wawancara dapat diunduh oleh pengguna: <ul><li><b>Audio: <a href="http://www.financeindonesia.org/forumdisplay.php?59-Bincang-bincang-Market-Podcast" target="_blank">Bincang-Bincang Market (Podcast)</a></b></li>
<li><b>Video: <a href="http://www.youtube.com/user/radiofinanceindo" target="_blank">radiofinanceindo (Youtube Channel)</a></b></li>
</ul><b>Media Partnership. </b>Sepanjang tahun 2011, Finance Indonesia telah dipercaya untuk menjadi Official Online Media Partner berbagai event dengan skala internasional. Informasi event yang terdiri dari conference, seminar dengan topik beragam di tahun 2011 dan tahun 2012 dapat diakses di halaman <b><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?531-events" target="_blank">Event</a> </b>ini.<br />
<br />
Tahun 2011 <b><a href="http://www.financeindonesia.org/forum.php" target="_blank">Forum</a></b> Finance Indonesia banyak dikunjungi oleh pengguna yang saling bertukar informasi mengenai investasi saham, lowongan kerja, dan beasiswa studi. Beberapa thread yang menyajikan riset saham dalam format PDF menjadi favorit para pengguna. Berikut adalah link forum-forum tersebut: <ul><li><b>Investasi Saham: <a href="http://www.financeindonesia.org/forumdisplay.php?4-Stocks-Market" target="_blank">Stocks Market</a></b></li>
<li><b>Lowongan Kerja: <a href="http://www.financeindonesia.org/forumdisplay.php?46-Career-Development" target="_blank">Career Development</a></b></li>
<li><b>Beasiswa: <a href="http://www.financeindonesia.org/forumdisplay.php?9-Campus-Life" target="_blank">Campus Life</a></b></li>
</ul>Seluruh sisipan atau attachment yang tersedia di thread Forum Finance Indonesia dapat diunduh secara bebas.<br />
<br />
Jangan lupa kunjungi FI di  <a href="http://www.facebook.com/FinanceIndonesia" target="_blank"><b>Facebook</b></a> serta follow akun twitter <b><a href="https://twitter.com/findonesia" target="_blank">@findonesia</a></b> dan <a href="https://twitter.com/#!/radiofinance" target="_blank"><b>@radiofinance</b></a><br />
<br />
Demikianlah FI Newsletter edisi Januari 2012 ini, semoga bermanfaat dan akhir kata FI Management mengucapkan:<br />
<br />
<b>SELAMAT TAHUN BARU 2012 !!</b><br />
<br />
Terima kasih dan salam FI<br />
<br />
<b>FI Management<br />
Socrates, Andy, Aan, Hari, Jati</b></blockquote>

 ]]></content:encoded>
			<dc:creator>FI Management</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.financeindonesia.org/entry.php?413-FI-Newsletter-Januari-2012</guid>
		</item>
		<item>
			<title>FI Newsletter - Desember 2011</title>
			<link>http://www.financeindonesia.org/entry.php?411-FI-Newsletter-Desember-2011</link>
			<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 15:06:30 GMT</pubDate>
			<description>Halo pengguna dan member Finance Indonesia yang terhormat, 
  
Salam sehat dan sukses selalu. Newsletter edisi Desember 2011 ini FI Management...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote class="blogcontent restore">Halo pengguna dan member Finance Indonesia yang terhormat,<br />
 <br />
Salam sehat dan sukses selalu. Newsletter edisi Desember 2011 ini FI Management menyampaikan beberapa aktifitas online dan offline di bulan November dan Desember tahun 2011. <br />
<br />
<br />
<font size="3"><b> STAY TUNED ON RADIO FINANCE INDONESIA</b></font> <br />
 <br />
 Radio Finance Indonesia adalah internet radio channel yang menyajikan berbagai program menarik dan dapat diakses melalui link:<br />
 <br />
 <a href="http://radio.financeindonesia.org" target="_blank">http://radio.financeindonesia.org</a><br />
 <br />
 FI People dapat menikmati live streaming Radio Finance Indonesia di perangkat PC, laptop, PC tablet (via Windows Media Player, Winamp), Blackberry, iPad, iPhone dan smartphone lainnya melalui link: <br />
 <br />
 <a href="http://netradio.financeindonesia.org" target="_blank">http://netradio.financeindonesia.org</a><br />
 <br />
 Program reguler Radio Finance Indonesia adalah:<br />
 HIT - Happy Investing and Trading setiap hari Jumat jam 9 pagi sampai dengan jam 5 sore. Program ini berisi ulasan pasar saham, investasi dan informasi terkini dari Bursa Efek Indonesia.<br />
 <br />
 Program terbaru Radio Finance Indonesia adalah GREENNESIA. <br />
 Program tentang Green Investment dan Green Lifestyle setiap hari Jumat dari jam 1 siang sampai dengan jam 3 sore. <br />
 <br />
 GREENNESIA terdiri dari news selama 1 jam dilanjutkan dengan talkshow selama 1 jam. Narasumber untuk talkshow terdiri dari praktisi Green Investment dan Green Lifestyle.<br />
 <br />
 Untuk mengetahui Profile, Schedule, Team, dan Rate Card silakan kunjungi laman ini.<br />
 <b><br />
 New Feature: Audio &amp; Video</b><br />
 <br />
 Bincang-Bincang Market adalah salah satu program talkshow exclusive Radio Finance Indonesia yang melibatkan Senior Management sebagai narasumber. Hasil wawancara dapat diunduh oleh pengguna:<br />
 <br />
 Audio: <a href="http://www.financeindonesia.org/forumdisplay.php?59-Bincang-bincang-Market-Podcast" target="_blank">Bincang-Bincang Market (Podcast)</a><br />
 Video: <a href="http://www.youtube.com/user/radiofinanceindo" target="_blank">radiofinanceindo (Youtube Channel)</a><br />
 <br />
<b> New Blog: Entrepreneurship Indonesia<br />
 </b><br />
 Laman Blog dengan nama Entrepreneurship Indonesia ini adalah layanan terbaru dari Finance Indonesia yang selalu mendukung dunia entrepreneurship di Indonesia secara konsisten.<br />
 <br />
 Entrepreneurship Indonesia adalah direktori profile para entrepreneur Indonesia baik sektor technology maupun non-technology. Lebih lengkap <a href="http://www.financeindonesia.org/blog.php?10040-Entrepreneurship-Indonesia" target="_blank">silakan kunjungi laman ini</a>.<br />
 <br />
 Jika Anda berminat untuk berpartisipasi, silakan hubungi kami di adres email: <a href="mailto:info@financeindonesia.org">info@financeindonesia.org</a><br />
 <b><br />
<font size="3"> Media Partnership</font></b><font size="3"><br />
 </font><br />
Bulan November dan Desember 2011, FI menjadi official media partnership untuk event sebagai berikut:<ul><li><a href="http://www.indonesiainfrastructure.org/" target="_blank">Transport Stakeholders Open Forum Toll Roads 2011, Jakarta – Indonesia <br />
</a></li>
<li><a href="http://www.indomining2011.tpgi.org/" target="_blank">Future Mining Indonesia 2011, Bali – Indonesia<br />
</a></li>
</ul><b><br />
 2012</b><ul><li><a href="http://www.coaltrans.com/EventDetails/0/4385/Coaltrans-Asia-Coal-Trading-Forum.html" target="_blank">Coaltrans Asia Coal Trading Forum 2012, Singapore<br />
</a></li>
<li><a href="http://www.coalmarketsasia.com/" target="_blank">10th Annual Coal Markets and Open Cut Mine Planning Conferences 2012, Singapore<br />
</a></li>
<li><a href="http://www.indonesiainfrastructure.org/" target="_blank">Asia Pacific Ministerial Conference on Public-Private Partnership (PPP) for  Infrastructure Development 2012 in conjunction with Infrastructure Asia  Conference &amp; Exhibition 2012, Jakarta – Indonesia <br />
</a></li>
<li><a href="http://www.coaltrans.com/EventDetails/0/4323/11th-Coaltrans-India.html" target="_blank">11th Coaltrans India, New Delhi – India<br />
</a></li>
<li><a href="http://www.private-equityseasia.com/Event.aspx?id=629552&amp;MAC=16672.005_FIBA" target="_blank">The 7th Private Equity Southeast Asia Summit 2012, Singapore</a></li>
</ul>Ikuti terus berbagai informasi seputar event-event investasi dan keuangan dimana FI menjadi media partner. Event-event tersebut ditampilkan dalam bentuk banner di home FI dan artikel. Beberapa event memberikan diskon khusus bagi member. <br />
<br />
 FI Management kini masih menindaklanjuti berbagai proposal media partner untuk event di tahun 2012.<br />
 <font size="3"><br />
 </font><b><font size="3">Forum</font><br />
 </b><br />
 Forum Finance Indonesia banyak dikunjungi oleh pengguna yang saling bertukar informasi mengenai investasi saham, lowongan kerja, dan beasiswa studi. Beberapa thread yang menyajikan riset saham dalam format PDF menjadi favorit para pengguna. Berikut adalah link forum-forum tersebut:<br />
 <br />
 Investasi Saham: <a href="http://www.financeindonesia.org/forumdisplay.php?4-Stocks-Market" target="_blank">Stocks Market</a><br />
 Lowongan Kerja: <a href="http://www.financeindonesia.org/forumdisplay.php?46-Career-Development" target="_blank">Career Development</a><br />
 Beasiswa: <a href="http://www.financeindonesia.org/forumdisplay.php?9-Campus-Life" target="_blank">Campus Life</a><br />
 <br />
 Free for download untuk sisipan atau attachment yang tersedia di thread Forum Finance Indonesia.<br />
 <br />
 <font size="3"><b>Articles<br />
 </b></font><br />
 Berikut adalah artikel pilihan di bulan November:<br />
<ul><li><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?508-Target-IPO-PT-Saranacentral-Bajatama-Tbk-(Persero)-Raih-Dana-Rp-170-Miliar" target="_blank">Target IPO PT Saranacentral Bajatama Tbk (Persero) Raih Dana Rp 170 Miliar</a></li>
<li><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?509-Jelang-IPO-Zynga-Atur-Strategi-Sesuai-Kondisi-Pasar-Saham" target="_blank">Jelang IPO Zynga Atur Strategi Sesuai Kondisi Pasar Saham</a></li>
<li><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?511-IPO-ABM-Investama-Oversubscribed-Optimis-Raih-Rp-2-Triliun" target="_blank">IPO ABM Investama 'Oversubscribed' Optimis Raih Rp 2 Triliun</a></li>
<li><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?512-Rencana-IPO-PT-Greenwood-Sejahtera-Emiten-BEI-Sektor-Properti-Akan-Bertambah" target="_blank">Rencana IPO PT Greenwood Sejahtera Emiten BEI Sektor Properti Akan Bertambah</a></li>
<li><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?513-Global-Hedge-Fund-Alami-Periode-Terburuk-Kedua-Sejak-Lehman-Brothers-Runtuh" target="_blank">Global Hedge Fund Alami Periode Terburuk Kedua Sejak Lehman Brothers Runtuh </a></li>
<li><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?514-Optimisme-Pasar-IPO-Global-2012-Dibayangi-Ketidakpastian" target="_blank">Optimisme Pasar IPO Global 2012 Dibayangi Ketidakpastian </a></li>
<li><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?515-FDI-Confidence-Index-2012-Indonesia-Naik-ke-Peringkat-9" target="_blank">FDI Confidence Index 2012: Indonesia Naik ke Peringkat 9</a></li>
<li><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?516-Indonesia-Berani-Ikut-I-Dare-Business-Plan-Competition" target="_blank">Indonesia Berani Ikut 'I Dare' Business Plan Competition</a></li>
</ul><br />
 Bila ada pertanyaan mengenai cara pengiriman atau posting tulisan, kerjasama media partnership, menjadi narasumber program radio, advertising dan lain-lain silakan hubungi kami melalui email <br />
 <br />
 <a href="mailto:info@financeindonesia.org">info@financeindonesia.org<br />
</a><br />
 Jangan lupa kunjungi FI di Facebook dan LIKE page  <a href="http://www.facebook.com/FinanceIndonesia" target="_blank">"Indonesia Investment Finance Network"</a> serta follow akun twitter <a href="http://twitter.com/#!/findonesia" target="_blank">@findonesia</a> dan <a href="http://twitter.com/#!/radiofinance" target="_blank">@radiofinance</a><br />
 <br />
 Demikianlah FI Newsletter edisi November 2011 ini, semoga bermanfaat.<br />
 <br />
<b> Terima kasih dan salam FI!<br />
 <br />
 FI Management<br />
 Socrates, Andy, Aan, Hari, Jati</b></blockquote>

 ]]></content:encoded>
			<dc:creator>FI Management</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.financeindonesia.org/entry.php?411-FI-Newsletter-Desember-2011</guid>
		</item>
		<item>
			<title>FI Newsletter - November 2011</title>
			<link>http://www.financeindonesia.org/entry.php?410-FI-Newsletter-November-2011</link>
			<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 12:11:39 GMT</pubDate>
			<description>Halo pengguna dan member Finance Indonesia yang terhormat, 
  
 Salam sehat dan sukses selalu. Newsletter edisi November 2011 ini FI Management...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote class="blogcontent restore">Halo pengguna dan member Finance Indonesia yang terhormat,<br />
 <br />
 Salam sehat dan sukses selalu. Newsletter edisi November 2011 ini FI Management menyampaikan beberapa aktifitas online dan offline di bulan Oktober dan November tahun 2011. <br />
 <font size="3"><b><br />
 GREENNESIA: A NEW PROGRAM ON RADIO FINANCE INDONESIA</b></font> <br />
 <br />
 Radio Finance Indonesia adalah internet radio channel yang menyajikan berbagai program menarik dan dapat diakses melalui link:<br />
 <br />
 <a href="http://radio.financeindonesia.org" target="_blank">http://radio.financeindonesia.org</a><br />
 <br />
 FI People dapat menikmati live streaming Radio Finance Indonesia di perangkat PC, laptop, PC tablet (via Windows Media Player, Winamp), Blackberry, iPad, iPhone dan smartphone lainnya melalui link: <br />
 <br />
 <a href="http://netradio.financeindonesia.org" target="_blank">http://netradio.financeindonesia.org</a><br />
 <br />
 Program reguler Radio Finance Indonesia adalah:<br />
 HIT - Happy Investing and Trading setiap hari Jumat jam 9 pagi sampai dengan jam 5 sore. Program ini berisi ulasan pasar saham, investasi dan informasi terkini dari Bursa Efek Indonesia.<br />
 <br />
 Program terbaru Radio Finance Indonesia adalah GREENNESIA. <br />
 Program tentang Green Investment dan Green Lifestyle setiap hari Jumat dari jam 1 siang sampai dengan jam 3 sore. <br />
 <br />
 GREENNESIA terdiri dari news selama 1 jam dilanjutkan dengan talkshow selama 1 jam. Narasumber untuk talkshow terdiri dari praktisi Green Investment dan Green Lifestyle.<br />
 <br />
 Untuk mengetahui Profile, Schedule, Team, dan Rate Card silakan junjungi laman ini.<br />
 <b><br />
 New Feature: Audio &amp; Video</b><br />
 <br />
 Bincang-Bincang Market adalah salah satu program talkshow exclusive Radio Finance Indonesia yang melibatkan Senior Management sebagai narasumber. Hasil wawancara dapat diunduh oleh pengguna:<br />
 <br />
 Audio: <a href="http://www.financeindonesia.org/forumdisplay.php?59-Bincang-bincang-Market-Podcast" target="_blank">Bincang-Bincang Market (Podcast)</a><br />
 Video: <a href="http://www.youtube.com/user/radiofinanceindo" target="_blank">radiofinanceindo (Youtube Channel)</a><br />
 <br />
<b> New Blog: Entrepreneurship Indonesia<br />
 </b><br />
 Laman Blog dengan nama Entrepreneurship Indonesia ini adalah layanan terbaru dari Finance Indonesia yang selalu mendukung dunia entrepreneurship di Indonesia secara konsisten.<br />
 <br />
 Entrepreneurship Indonesia adalah direktori profile para entrepreneur Indonesia baik sektor technology maupun non-technology. Lebih lengkap <a href="http://www.financeindonesia.org/blog.php?10040-Entrepreneurship-Indonesia" target="_blank">silakan kunjungi laman ini</a>.<br />
 <br />
 Jika Anda berminat untuk berpartisipasi, silakan hubungi kami di adres email: <a href="mailto:info@financeindonesia.org">info@financeindonesia.org</a><br />
 <b><br />
<font size="3"> Media Partnership</font></b><font size="3"><br />
 </font><br />
 Bulan Oktober dan November 2011, FI menjadi official media partnership untuk event sebagai berikut:<ul><li><a href="http://www.investor-summit2011.com/" target="_blank"> Investor Summit and Capital Market Expo 2011 5-6 October 2011, The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Indonesia<br />
</a></li>
<li><a href="http://www.private-equityindonesia.com/Event.aspx?id=540710&amp;MAC=MPFI" target="_blank">The 2nd Annual Private Equity Indonesia Summit 2011 Jakarta 11-12 October 2011, JW Marriot Hotel, Jakarta, Indonesia<br />
</a></li>
<li><a href="http://www.transportinfrastructureindonesia.com/Event.aspx?id=560072" target="_blank">Transport Infrastructure Indonesia 12-13 October 2011, JW Marriot Hotel, Jakarta, Indonesia<br />
</a></li>
<li><a href="http://www.ilsasiasummit.com/Event.aspx?id=545588" target="_blank">The 3rd Annual Insurance Linked Securities Summit Asia 2011 Hongkong 19-20 October 2011, Novotel Century, Hongkong, China<br />
</a></li>
</ul><br />
Info event akan datang, November - Desember 2011<br />
 <ul><li><a href="http://www.indonesiainfrastructure.org/" target="_blank">Transport Stakeholders Open Forum Toll Roads 2011, Jakarta – Indonesia <br />
</a></li>
<li><a href="http://www.indomining2011.tpgi.org/" target="_blank">Future Mining Indonesia 2011, Bali – Indonesia<br />
</a></li>
</ul><b><br />
 2012</b><br />
<ul><li><a href="http://www.coaltrans.com/EventDetails/0/4385/Coaltrans-Asia-Coal-Trading-Forum.html" target="_blank">Coaltrans Asia Coal Trading Forum 2012, Singapore<br />
</a></li>
<li><a href="http://www.coalmarketsasia.com/" target="_blank">10th Annual Coal Markets and Open Cut Mine Planning Conferences 2012, Singapore<br />
</a></li>
<li><a href="http://www.indonesiainfrastructure.org/" target="_blank">Asia Pacific Ministerial Conference on Public-Private Partnership (PPP) for  Infrastructure Development 2012 in conjunction with Infrastructure Asia  Conference &amp; Exhibition 2012, Jakarta – Indonesia <br />
</a></li>
<li><a href="http://www.coaltrans.com/EventDetails/0/4323/11th-Coaltrans-India.html" target="_blank">11th Coaltrans India, New Delhi – India<br />
</a></li>
<li><a href="http://www.private-equityseasia.com/Event.aspx?id=629552&amp;MAC=16672.005_FIBA" target="_blank">The 7th Private Equity Southeast Asia Summit 2012, Singapore</a></li>
</ul><br />
Ikuti terus berbagai informasi seputar event-event investasi dan keuangan dimana FI menjadi media partner. Event-event tersebut ditampilkan dalam bentuk banner di home FI dan artikel. Beberapa event memberikan diskon khusus bagi member. <br />
<br />
 FI Management kini masih menindaklanjuti berbagai proposal media partner untuk event di tahun 2012.<br />
 <font size="3"><br />
 </font><b><font size="3">Forum</font><br />
 </b><br />
 Forum Finance Indonesia banyak dikunjungi oleh pengguna yang saling bertukar informasi mengenai investasi saham, lowongan kerja, dan beasiswa studi. Beberapa thread yang menyajikan riset saham dalam format PDF menjadi favorit para pengguna. Berikut adalah link forum-forum tersebut:<br />
 <br />
 Investasi Saham: <a href="http://www.financeindonesia.org/forumdisplay.php?4-Stocks-Market" target="_blank">Stocks Market</a><br />
 Lowongan Kerja: <a href="http://www.financeindonesia.org/forumdisplay.php?46-Career-Development" target="_blank">Career Development</a><br />
 Beasiswa: <a href="http://www.financeindonesia.org/forumdisplay.php?9-Campus-Life" target="_blank">Campus Life</a><br />
 <br />
 Free for download untuk sisipan atau attachment yang tersedia di thread Forum Finance Indonesia.<br />
 <br />
 <font size="3"><b>Articles<br />
 </b></font><br />
 Berikut adalah artikel pilihan di bulan November:<br />
 <br />
 <ul><li><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?501-Akankah-IPO-Groupon-Lebih-Sukses-Daripada-IPO-Linkedin" target="_blank">Akankah IPO Groupon Lebih Sukses Daripada IPO Linkedin? <br />
</a></li>
<li><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?502-Empat-Bank-di-Asia-Masuk-Daftar-Bank-Penting-Secara-Sistemik-Global" target="_blank">Empat Bank di Asia Masuk Daftar 'Bank Penting Secara Sistemik Global' <br />
</a></li>
<li><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?503-IPO-Groupon-Terbesar-Kedua-Sejarah-IPO-Sektor-Digital" target="_blank">IPO Groupon Terbesar Kedua Sejarah IPO Sektor Digital <br />
</a></li>
<li><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?504-Listing-Saham-IPO-Golden-Energy-Mines-Positif-Ketika-IHSG-Negatif" target="_blank">Listing Saham IPO Golden Energy Mines Positif Ketika IHSG Negatif <br />
</a></li>
<li><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?505-Goldman-Sachs-Indonesia-Salah-Satu-Dari-Delapan-Negara-Paling-Penting-Di-Dunia" target="_blank">Goldman Sachs: Indonesia Salah Satu Dari Delapan Negara Paling Penting Di Dunia <br />
</a></li>
<li><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?506-Obama-Transaksi-Bisnis-Lion-Air-Boeing-Terbesar-dan-Win-Win" target="_blank">Obama: Transaksi Bisnis Lion Air-Boeing Terbesar dan 'Win-Win' <br />
</a></li>
<li><a href="http://www.financeindonesia.org/content.php?507-Setelah-Tandatangan-NDA-Apakah-Rencana-Microsoft-Akuisisi-Yahoo-Dekati-Kesepakatan" target="_blank">Setelah Tandatangan NDA, Apakah Rencana Microsoft Akuisisi Yahoo Dekati Kesepakatan? <br />
</a></li>
</ul><br />
 Bila ada pertanyaan mengenai cara pengiriman atau posting tulisan, kerjasama media partnership, menjadi narasumber program radio, advertising dan lain-lain silakan hubungi kami melalui email <br />
 <br />
 <a href="mailto:info@financeindonesia.org">info@financeindonesia.org<br />
</a><br />
 Jangan lupa kunjungi FI di Facebook dan LIKE page  <a href="http://www.facebook.com/FinanceIndonesia" target="_blank">"Indonesia Investment Finance Network"</a> serta follow akun twitter <a href="http://twitter.com/#%21/findonesia" target="_blank">@findonesia</a> dan <a href="http://twitter.com/#%21/radiofinance" target="_blank">@radiofinance</a><br />
 <br />
 Demikianlah FI Newsletter edisi November 2011 ini, semoga bermanfaat.<br />
 <br />
<b> Terima kasih dan salam FI!<br />
 <br />
 FI Management<br />
 Socrates, Andy, Aan, Hari, Jati</b></blockquote>

 ]]></content:encoded>
			<dc:creator>FI Management</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.financeindonesia.org/entry.php?410-FI-Newsletter-November-2011</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Jelang IPO Zynga Atur Strategi Sesuai Kondisi Pasar Saham</title>
			<link>http://www.financeindonesia.org/entry.php?409-Jelang-IPO-Zynga-Atur-Strategi-Sesuai-Kondisi-Pasar-Saham</link>
			<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 07:42:11 GMT</pubDate>
			<description>Setelah tertunda beberapa bulan karena kondisi pasar saham yang bergejolak, Zynga, perusahaan pengembang game online Mafia Wars, Farmville, Cityville...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote class="blogcontent restore">Setelah tertunda beberapa bulan karena kondisi pasar saham yang bergejolak, Zynga, perusahaan pengembang game online Mafia Wars, Farmville, Cityville hari Jumat (2/12) secara resmi mengajukan harga penawaran perdana saham – <i>initial public offering</i> (IPO) ke Securities Exchange Commission (SEC) dengan rentang harga di kisaran USD 8,50 – USD 10 per lembar saham.  <br />
<br />
<div class="img_align_center "><a href="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2054&amp;d=1322897956" id="attachment2054" rel="Lightbox_409" ><img src="http://www.financeindonesia.org/attachment.php?attachmentid=2054&amp;d=1313425505" border="0" alt="Click image for larger version

Name:	zynga.jpg
Views:	1242
Size:	13.8 KB
ID:	2054" class="align_center size_medium" /></a></div><br />
<br />
Perusahaan menargetkan untuk meraih dana sebesar USD 1 miliar dari IPO yang akan dilakukan di Nasdaq pertengahan bulan Desember ini. Mark Pincus, founder dan CEO Zynga akan memiliki kontrol terhadap saham sebesar 36.2 persen setelah IPO. <br />
<br />
Rencana IPO Zynga yang akan melepas 115 juta lembar saham saham atau 14 persen dari total saham dengan harga maksimum USD 10 akan menjadikan valuasi Zynga sebesar USD 7 miliar atau Rp 63 triliun. <br />
Valuasi tersebut lebih rendah dari valuasi di pasar <i>private equity</i> dimana saham Zynga diperdagangkan dengan valuasi USD 10 miliar.<br />
<br />
Dengan valuasi USD 7 miliar akan menjadikan Zynga sebagai perusahaan pengembang game terbesar ketiga di bursa saham Amerika Serikat setelah Activision Blizzard dan Electronic Arts. Diketahui, Activision Blizzard produsen game World of Warcraft memiliki valuasi USD 14.19 miliar sedangkan valuasi Electronic Arts adalah USD 7.69 miliar berdasarkan harga penutupan saham <i>(closing price)</i> hari Kamis (1/12) lalu. <br />
<br />
Penurunan harga IPO dengan mengantisipasi serta mensesuaikan kondisi pasar saham menjadikan rencana IPO Zynga terlihat lebih realistis di mata investor. <br />
<br />
Investor kini memiliki beberapa tolak ukur sebelum mengambil keputusan investasi terkait rencana IPO Zynga. Tolak ukur dimabil dari kinerja beberapa saham perusahaan digital yang telah lebih dahulu listing di bursa saham Nasdaq tahun 2011 ini.<br />
<br />
Sebelumnya para analis telah memperkirakan bahwa Zynga jika dibandingkan dengan LinkedIn, Yandex, Pandora dan Groupon memiliki keunggulan antara lain model bisnis dan laporan keuangan yang positif. Diketahui hingga tiga kuartal pertama di tahun ini, Zynga telah meraih laba usaha sebesar USD 30.7 juta.<br />
<br />
Hal positif lainnya adalah aktivitas manajemen menjelang IPO yang mendukung kelangsungan bisnis seperti kerjasama dengan DreamWorks dan melibatkan pesohor Lady Gaga untuk marketing.<br />
<br />
Zynga saat ini memiliki 54 juga pengguna aktif di 175 negara yang memainkan game CastleVille, Empires and Allies dan Zynga Poker di platform Facebook. Maka rencana IPO Facebook tahun 2012 juga akan mempengaruhi kinerja saham Zynga di masa depan. <br />
<br />
Kondisi terkini dari pasar saham Eropa dan Amerika Serikat yang membaik tentu akan menjadi stimulus dari kesuksesan debut IPO Zynga bulan ini. <br />
<br />
Dengan valuasi perusahaan yang telah disesuaikan dengan kondisi pasar saham, apakah investor dan publik akan membeli saham Zynga dengan ticker di bursa saham, ZNGA? Apakah IPO Zinga akan menjadi IPO terbesar setelah IPO LinkedIn? <br />
<br />
Dinamika digital investment di Amerika Serikat, Eropa dan Asia Pasifik selalui diwarnai dengan aktivitas seperti IPO, merger dan akuisisi. Bagaimana dengan Indonesia? Apakah ada digital startup yang terinspirasi dengan aktivitas LinkedIn, Groupon,Yandex, Pandora,  Zynga, Facebook dan lain-lain yang melakukan IPO? Apakah ada perusahaan pengembang game Indonesia yang memiliki rencana IPO di bursa saham di dalam business plan mereka seperti yang dilakukan Zynga, Activision Blizzard, Electronic Arts, dan Gree?<br />
<br />
<b> Referensi<br />
<a href="http://www.financeindonesia.org/entry.php?351-Setelah-IPO-LinkedIn.-Siapa-IPO-Perusahaan-Digital-Terbesar-Dunia" target="_blank"> Setelah IPO LinkedIn. Siapa IPO Perusahaan Digital Terbesar Dunia?<br />
</a><a href="http://www.financeindonesia.org/entry.php?353-Rencana-IPO-Zynga-Juni-2011" target="_blank">Rencana IPO Zynga Juni 2011<br />
</a><a href="http://www.reuters.com/article/2011/12/02/us-zynga-ipo-idUSTRE7B106920111202" target="_blank">Zynga seeks lower IPO value in tough market<br />
</a><a href="http://mashable.com/2011/12/02/zynga-ipo-billion/#29209Zyngas-New-Headquarters" target="_blank">Zynga Looks to Raise $1 Billion From IPO</a></b></blockquote>

 ]]></content:encoded>
			<dc:creator>Hari Wijayanto</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.financeindonesia.org/entry.php?409-Jelang-IPO-Zynga-Atur-Strategi-Sesuai-Kondisi-Pasar-Saham</guid>
		</item>
	</channel>
</rss>

