• Indonesia: Primadona Baru Investasi Private Equity



    Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pesat telah menciptakan peluang bagi investasi asing, menurut BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) tercatat sebesar IDR 35.4 triliun atau USD 38 miliar melalui 424 proyek. Ketua BKPM, Gita Wirjawan, akan berbicara di Private Equity Summit Indonesia 2010 pada 12 Oktober di Jakarta, sebuah acara yang diselenggarakan oleh IQPC Worldwide, sebuah perusahaan penyelenggara konferensi dan penelitian global.

    Berikut paparan singkat tentang daya tarik investasi di Indonesia menurut para pembicara di acara tersebut. Sandiaga S. Uno yang merupakan Partner sekaligus pendiri dari Saratoga Capital, mengatakan bahwa daya tarik investasi berasal dari fakta bahwa Indonesia sedang mengalami fase demographic dividend – suatu fase peningkatan laju pertumbuhan ekonomi akibat meningkatnya pangsa usia kerja orang dalam populasi. "Populasi penduduk usia produktif sedang meningkat sedangkan rasio ketergantungan menurun. Ini adalah masa emas bagi pembangunan ekonomi negara dan akan menjamin pertumbuhan dari permintaan domestik ". Daya tarik investasi menurut Socrates Rudy, Direktur PT ATPK Resources Tbk, ditunjukan dari hasil perbandingan penawaran di Indonesia dibandingkan dengan Cina dan India. Socrates mengatakan, "Indonesia memiliki rasio PE (Price Earning) yang lebih rendah di hampir semua sektor ketimbang Shanghai dan Mumbai, sehingga Indonesia menawarkan exit strategy investasi yang lebih baik untuk private equity."

    Ketika ditanya mengenai area investasi yang paling diminati, beberapa analis merekomendasikan transaksi M&A di sektor ritel dan farmasi sebagai sektor yang paling menjanjikan, meskipun minat utama tetap ada di sektor energi, pertambangan, infrastruktur dan komunikasi.

    Bila diamati pola investor asing yang memasuki pasar Indonesia, Sandiaga mengatakan bahwa "Perusahaan private equity dalam skala besar umumnya lebih tertarik dengan transaksi berukuran besar dan kurang tertarik dengan yang menengah. Transaksi ukuran menengah biasanya jatuh ke tangan para pemain tengah yang sebagian besar adalah pemain lokal." Lebih jauh lagi beliau menyarankan investor private equity sebaiknya dekat dengan pasar lokal untuk memahami tren pasar dan mengidentifikasi pemain yang sedang naik daun di sektor barang konsumsi untuk dapat memaksimalkan peluang-peluang investasi yang ada di Indonesia.

    Selain Sandiaga S. Uno dan Socrates Rudy, lebih dari 50 private equity dalam bentuk LP dan GP akan berada di Jakarta pada tanggal 12 dan 13 Oktober 2010 dalam acara Private Equity Indonesia Summit 2010 untuk membahas peluang investasi melalui private equity di pasar Indonesia.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai acara tersebut, silahkan hubungi Bryan Camoens di enquiry@iqpc.com.sg atau +65 6722 9388, atau kunjungi www.private-equityindonesia.com.

    FinanceIndonesia.org adalah mitra online resmi untuk acara Private Equity Indonesia Summit 2010.

    Untuk artikel dalam bahasa Inggris, dapat dilihat di link berikut ini: Indonesia is the Next Hot Private Equity Investment Destination
  • Friend Connect

  • Links

    FlutterScape

    Green ITers

    INKSOMNIA

    Asia Strategic Advisory

  • Syndication

In Partnership with:
Asia Strategic Advisory