Pandangan Simon didasari dari pernyataan Howard Schulz, CEO Starbucks dalam sebuah hasil wawancara antara Schulz dan Harvard Business Review. Dalam wawancara tersebut secara singkat Schulz mengatakan bahwa Starbucks telah banyak melakukan aksi strategis untuk meraih kembali pelanggan, bangkit dari keterpurukan akibat krisis ekonomi dan melawan ancaman resesi. Tidak hanya itu, Schulz membuat pernyataan yang bombastis sekaligus unik , “Kami adalah brand nomor satu di Facebook.”
Finance Indonesia people, Simon kemudian menindaklanjuti pernyataan unik Schulz tersebut dengan data dan fakta tentang hubungan antara Starbucks dengan situs social media nomor satu dunia, Facebook. Sekaligus membuktikan pernyataan Schulz bahwa bisnis Starbucks sedang rebound. Data dan fakta yang ditemukan oleh Simon antara lain bahwa Starbucks, adalah brand yang pertama kali memiliki 10 juta lebih penggemar atau fans di page yang terdapat di Facebook. Dengan angka tersebut, berarti jumlah fans Starbucks melebihi dari seluruh penduduk New York City yang berjumlah 8,2 juta jiwa.
Pesaing terdekat Starbucks adalah Coca-Cola yang memiliki 8,3 juta fans. Dibandingkan dengan brand kelas dunia lainnya, Starbucks benar-benar meninggalkan para pesaingnya. McDonald's memiliki 2,5 juta fans. Abercrombie & Fitch 1,37 juta dan Forever 21 total 1.270.000. Di antara merek makanan, Ben & Jerry's memiliki 1,35 penggemar Facebook dan Whole Foods sangat jauh tertinggal, hanya memiliki 296.152 penggemar.
Temuan Simon tentang data dan fakta Starbucks di Facebook adalah Barrack Obama, Presiden Amerika Serikat merupakan pesaing Starbucks yang sebenarnya dan bahkan mengalahkan Starbucks. Di Facebook terdapat 10,9 juta fans Barrack Obama. Membandingkan Starbucks dengan tokoh dunia lainnya, Starbucks berhasil mengungguli Sarah Palin (1,93 juta), Mitt Romney (460.832), dan Bill Clinton dengan 353.583 fans Facebook.
Membandingkan Starbucks dengan artis pop dunia. Secara umum Starbucks masih unggul kecuali dengan pemimpin jumlah fans di Facebook, Michael Jackson yang memiliki 16,6 juta dan Lady Gaga dengan 12,9 juta fans. Starbucks masih lebih baik daripada Bruce Springsteen (880.459), Adam Sandler (5.440.000), dan bahkan idola remaja Justin Bieber yang memiliki 7,88 juta penggemar online.
Perspektif tentang Starbucks dari sisi bisnis - dan dari sisi studi budaya. Simon berpendapat, seperti yang dilansir Reuters, bahwa brand kini telah beralih ke Facebook untuk memasarkan produk, meningkatkan citra, dan berkomunikasi dengan pelanggan mereka. Facebook juga merupakan tempat untuk Starbucks, dan brand lain, untuk memperkuat komunitas merek.
Finance Indonesia people, ketika user Facebook melakukan klik pada page Starbucks, user tidak langsung ke wall page – tapi ke promo page. Disana user bisa mencari tahu tentang minuman baru, program-program baru, berbagai promo diskon yang berhubungan dengan Starbucks, dan banyak keuntungan lain. Wall pada Starbucks menjadi ajang komunikasi. Penggemar Starbucks dari seluruh dunia memberi komentar tentang minuman favorit, toko favorit, dan barista favorit mereka. Berbagai komentar tersebut datang setiap lima belas detik di Facebook. Hal tersebut tentu sangat tidak mungkin terjadi di 16.000 gerai Starbucks yang tersebar di seluruh dunia. Simon mensimpulkan, jumlah fans di Facebook menjadi indikator kasar popularitas sekaligus bisnis Starbucks.
Referensi
What does 10 million Facebook fans mean?
.

Sections



