PT Solusi Tunas Pratama Tbk, hari Selasa (11/10) lalu mencatatkan saham perdananya (listing) di Bursa Efek Indonesia dengan melepas 16,7 persen atau sebanyak 100 juta lembar saham ke publik seharga Rp3.400 per lembar. Setelah IPO, perusahaan akan melaksanakan aksi korporasi akuisisi dan penerbitan obligasi (bond issue)
Bisnis perusahaan yang memiliki ticker saham SUPR di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah bergerak di bidang usaha penunjang telekomunikasi meliputi penyediaan, pengelolaan, dan penyewaan menara (tower) menargetkan akuisisi tiga sampai empat perusahaan dan tower.
Pada hari perdana listing di BEI harga saham SUPR langsung menguat 8,82 persen menjadi Rp3.700 per saham dari harga dasar sebesar Rp3.400. Terakhir, volume transaksi tercatat sebanyak 3,6 juta lembar saham senilai Rp13,49 juta. Dengan transaksi tercatat sebanyak 105 kali.
Saham SUPR sempat naik 9,55% atau naik 325 poin ke harga Rp3.725. Volume perdagangan mencapai 7.377 saham dengan nilai transaksi sebesar Rp13,58 miliar untuk 106 kali transaksi. Harga terendah saham tercatat di Rp3.400, sedang tertinggi di Rp3.750.
SUPR adalah emiten ke-17 yang mencatatkan saham perdana di BEI sepanjang 2011. Perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan menara telekomunikasi ini mencatatkan saham sebesar 600 juta saham di mana 100 juta saham kepada publik dan 600 juta saham merupakan saham pendiri. Kapitalisasi pasar perseroan sebesar Rp2,04 triliun. Rata-rata PER industri sebesar 5,78 kali dan rata PBV sebesar 1,98 kali.
Pendapatan perseroan mencapai Rp80,56 miliar hingga Maret 2011 dengan aset sebesar Rp2,05 triliun. Sementara kewajiban perseroan Rp1,56 triliun dan laba sebelum pajak sebesar Rp36,11 miliar hingga Maret 2011.
Sebelumnya, hasil penawaran awal (bookbuilding) PT Solusi Tunas Pratama Tbk berada di kisaran Rp3.200-Rp3.800 per saham dengan nilai nominal sebesar Rp100 per lembar. Adapun penjamin emisi efek (underwriter) adalah PT Ciptadana.
Perusahaan berencana mengakuisisi perusahaan atau menara telekomunikasi yang dimiliki suatu perusahaan. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Solusi Tunas Pratama Tbk, Nobel Tanihaha pada saat acara IPO, di Gedung BEI, Jakarta, hari Selasa (11/10) lalu.
Terkait rencana akuisisi, Juliawati Gunawan , Direktur Keuangan PT Solusi Tunas Pratama Tbk menambahkan bahwa Perusahaan akan menggunakan 50 persen dana IPO untuk akuisisi, 35 persen untuk investasi pembangunan menara, dan sisanya untuk modal kerja. Akuisisi ini dilakukan mulai tahun ini hingga 2012. Diketahui dana hasil penawaran saham perdana itu mencapai Rp 340 miliar.
Juliawati menjelaskan perusahaan akan kembali menambah 100 menara telekomunikasi pada tahun ini. Sementara sampai saat ini perusahaan telah memiliki 1.121 menara yang menyebar di seluruh Indonesia.
Pembangunan menara membutuhkan dana sekitar Rp 100 miliar. Dana di antaranya akan diperoleh dari kas internal dan pinjaman bank. Dari fasilitas pinjaman yang didapat dari sempat bank yakni RBS, Standard Chartered Bank, Bank CIMB Niaga, dan Bank Mandiri yang mencapai Rp 1,08 triliun, perusahaan belum mencairkan sebanyak Rp 360 miliar. Pinjaman yang telah dicairkan sebanyak Rp 720 miliar telah digunakan perusahaan untuk ekspansi dan pembiayaan kembali utang.
PT Solusi Tunas Pratama Tbk, selain mencatatkan saham perdana di pasar modal, juga akan menerbitkan obligasi (bond issue) sebesar Rp 200 miliar. Rencana perusahaan tersebut disampaikan oleh Kepala Biro KPK Sektor Jasa, Gonthor R. Aziz Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) kepada publik pada tanggal (18/09). Dokumen penerbitan obligasi tersebut disampaikan oleh manajemen perusahaan kepada Bapepam-LK bersamaan dengan pengajuan dokumen penawaran perdana saham.
Dari berbagai rencana aksi korporasi PT Solusi Tunas Pratama Tbk seperti IPO yang telah dilaksanakan dan akuisisi serta bond issue, menunjukan upaya manajemen untuk mencapai target perusahaan membukukan pendapatan Rp 300 miliar hingga akhir tahun 2011 dengan EBITDA kurang lebih 85 persen dari total pendapatan, seperti yang disampaikan oleh manajemen. Harga saham SUPR pada penutupan perdagangan saham di BEI hari Jumat (14/10) berada di level Rp 3675.
Referensi: Berbagai sumber





