View RSS Feed

The Art of Technical Analysis

Start Trading Real Money Early

Rate this Entry
Perhatikan dua gambar grafik dibawah ini! Carilah perbedaan dari kedua grafik ini sebelum melanjutkan membaca. Ada 5 titik perbedaan jika anda bisa menemukan maka silahkan lanjut membaca artikel ini.
Gambar 1

Gambar 2

“Sepertinya kedua gambar diatas terlihat sama persis, tidak ada yang berbeda dari keduanya!”
Jika ungkapan diatas yang muncul di pikiran anda. Jawabannya bisa benar dan salah.
Benar karena secara fisik memang tidak ada perbedaan mendasar pada kedua gambar diatas. Kedua gambar diatas adalah persis sama, tidak ada perbedaan sama sekali. Karena keduanya adalah instrument yang sama, data yang sama dan diambil dari platform yang sama.
Salah karena secara psikologis kedua gambar tersebut berbeda, karena jika anda masih trading dalam demo/virtual account gambar itu hanya sekedar grafik biasa. Tapi jika anda trading dengan menggunakan real money, gambar tersebut memberikan efek yang luar biasa. Apalagi jika anda sedang memiliki posisi di market.
Ok. Jika sekarang kita coba switch dari demo account ke live trading, dan kita lihat pada Gambar 3, dengan mengunakan time frame 5 menit.
Gambar 3

Pertanyaan yang muncul adalah “Kenapa menggunakan Gambar yang ini?”.
Karena segala sesuatu akan berubah ketika kita meresikokan sejumlah uang. Bagi sebagian besar orang, masa-masa transisi dari demo trading ke real trading adalah hal yang sangat berat, butuh kesiapan mental yang lebih. Ada 3 jenis orang pada fase ini:
Yang pertama adalah orang tiba-tiba diajak teman, saudara untuk menyaksikan pergerakan market tick by tick–> hal ini terjadi ketika ada seorang marketing yang approach kita untuk trading
Orang kedua adalah orang yang dengan penuh kesadaran dan keberanian berani untuk masuk dalam market –> orang dengan tipe ini biasanya penuh dengan kepercayaan diri tinggi
Orang terakhir adalah ketika mengalami masa transisi tersebut ternyata mereka menyadari bahwa mereka masih belum siap untuk menanggung resiko dari real trading.
The Limits of Demo Trading
Trading dengan menggunakan Demo Account seperti halnya bermain game, tidak ada resiko sama sekali, seperti halnya kita bermain video game orang berkelahi, sama sekali tidak ada resiko kita akan berdarah atau memar karena bermain game tersebut.
Trading di Demo Account tidak mengambarkan selurus aspek dalam Real Trading, terutama dari sisi emosi dan psikologis.
Beberapa platform trading memang menyediakan demo account agar trader bisa melihat pergerakan harga real time, bisa merasakan bertransaksi, mendapatkan ilustrasi tentang bagaimana bisa profit/loss, dan berbagai macam tools yang bisa digunakan. Hal-hal diatas adalah hal yang sangat berguna bagi mereka yang sedang berada pada tahap belajar. Demo Trading merupakan alat yang sangat bagus untuk mendesain dan menguji berbagai strategi trading.
Tapi kesemua hal di atas tidak bisa menciptakan hal yang sama seprti dalam real trading , seperti mental dan psikologis ketika kita mengalami kerugian.

Jika kita memiliki cacat dalam etika bekerja, disiplin, motivasi dan sebagainya, Trading akan mengekpos hal tersebut untuk anda secara lebih jelas. Beberapa orang mungkin sudah bisa merasakan hal tersebut ketika melakukan demo trading, tapi kemudian akan mengabaikannya. Jika kita tidak memiliki motivasi untuk memperbaiki hal-hal sepele seperti di atas, maka itu akan menjadi bumerang ketika kita melakukan real trading. Seorang trader yang sukses mengetahui kelemahan-kelemahan pribadi maupun kesalahan-kesalahan mereka dan kemudian dengan cepat mereka segera membenahinya.
“Successful traders are the ones that understand their personal flaws. They either find ways to exploit their strengths while keeping their weaknesses out of play, or make personal adjustments to get rid of those habits which cause them trouble.”
Pitfalls Of Going Live
Demo Trading dan Real Life Trading secara sekilas memang hampir mirip.Beberapa broker sengaja membedakan antara platform untuk demo dan real trading. Hal tersebut berarti trading yang terjadi di demo account dengan real account akan sangat berbeda, terutama ketika market sedang bergerak dengan volatilitas tinggi, atau ketika ada berita-berita yang sedang dirilis. Hal semacam itu dapat membuat perbedaan yang sangat berarti dalam demo trading apalagi setelah diaplikasikan dalam dunia nyata.
Dari sisi psikologis ada dua hal yang sangat mencolok ketika seseorang sudah menyelesaikan demo trading dan beralih ke real trading. Pertama akan timbul rasa takut kehilangan uang, atau sangat yakin mereka akan bisa berhasil. Seorang trader yang diliputi rasa percaya diri yang sangat tinggi, seringkali meninggalkan aturan-aturan yang sudah mereka buat, masuk ke market dengan size yang terlalu besar dan sebagian besar pasti gagal menerapkan strategi yang sudah mereka buat sebelumnya.

Yang menarik dari kedua tipe trader diatas adalah, kedua-duanya sama-samamemiliki kecenderungan menghabiskan waktu di depan monitor. Tanpa memperhitungkan berapa lama waktu trading yang sudah dia ikuti selama berjalannya harga.
Ketika masih berada pada fase ini biasanya trader hanya fokus pada pergerakan harga jangka pendek. Dan hal tersebut bisa menimbulkan “over -analysis”. Dan ketika hal tersebut timbul, yang akan terjadi adalah akan menjadi takut untuk trading atau akangagal menerapkan strategi trading yang sudah dimiliki. Over Analisis akan menghasilkan analisa-analisa baru yang terlalu sering dan akan menimbulkan “over-trading”. Dan ketika itu terjadi mereka tidak memiliki kesempatan untuk membuktikan analisa yang sudah mereka buat sebelumnya.
Learning from the jump
Jadi apa yang sebaiknya dilakukan seorang “Novice Trader” (Trader pemula) untuk belajar dan mulai beralih ke live trading, sekaligus untuk menekan biaya belajar seminimal mungkin.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah memperkecil size yang akan digunakan. Pergunakan sekecil mungkin size yang ada sehingga kita merasa nyaman dengan posisi yang kita ambil di market. Penentuan position sizing ini sangat penting untuk menciptakan rasa nyaman dan mengontrol emosi kita. Tidak ada hal yang lebih indah kecuali keluar dari market dan melukidasi semua posisi kita ketika kita sudah tidak merasa nyaman dengan posisi-posisi yang sudah kita ambil sebelumnya.
Contoh awal position sizing adalah. Ketika anda entry 10 lot dan anda merasa tidak nyaman dengan posisi tersebut, perkecil terus sizenya sampai size terkecil sehingga anda merasa nyaman.
Size yang kecil ketika masuk ke real trading diperlukan agar kesalahan-kesalahan yang dilakukan tidak terlalu banyak mengganggu posisi dan likuiditas keuangan kita. Dengan adanya position sizing ini tidak ada alasan bagi seorang yang baru belajar untuk mengatakan bahwa mereka akan rugi besar.
Jika kita mulai proses belajar ini dengan size yang kecil maka kita akan dapat fokus pada hal-hal penting dalam trading. Termasuk didalamnya termasuk harga dan eksekusi antara demo trading dan live trading. Bahkan yang lebih penting lagi, kita juga akan belajar tentang aspek-aspek psikologis dan dampak dari setiap kerugian dan keuntungan.
Hal lain yang harus diperhatikan ketika kita memutuskan memasuki live trading adalah toleransi resiko. Realitas yang terjadi ketia menderita kerugian dalam trading, trader banyak kembali mempertimbangkan profil resiko mereka. Ada baiknya komitment tentang toleransi resiko sudah ditentukan sebelum memulai trading, sehingga tidak perlu ada penyesalan berlebihan ketika kita mengalami kerugian.
Pembentukan mental, psikologis dan disiplin ketika memasuki live trading adalah hal yang sangat penting. Hal tersebut sudah sering dibicarakan berulang-ulang tapi jarang dari kita untuk mengikutinya. Sehingga banyak sekali penyesalan yang timbul hanya karena kita tidak disiplin dalam trading
“Trading is solitary effort between U and market”
Yang bisa menentukan kita akan rugi atau untung adalah diri kita sendiri, terlepas dari semua yang kita capai adalah Prestasi-Nya.
Successful traders are the ones that understand their personal flaws. They either find ways to exploit their strengths while keeping their weaknesses out of play, or make personal adjustments to get rid of those habits which cause them trouble.




Originally posted at: FXStreet

Submit "Start Trading Real Money Early" to Facebook Submit "Start Trading Real Money Early" to Twitter Submit "Start Trading Real Money Early" to Digg Submit "Start Trading Real Money Early" to del.icio.us Submit "Start Trading Real Money Early" to StumbleUpon Submit "Start Trading Real Money Early" to Google Submit "Start Trading Real Money Early" to Diigo Submit "Start Trading Real Money Early" to Ping.fm

Comments

  1. kalipatullah -
    kalipatullah's Avatar

Trackbacks

Total Trackbacks 0
Trackback URL:
Add url
Finance Indonesia Blogs -Economy, Investment, etc Business Top Blogs blogarama - the blog directory Finance Blogs Business Blogs - Blog Rankings Investing Blogs - BlogCatalog Blog Directory blog-indonesia.com  topseratus.com   
In Partnership with:
Asia Strategic Advisory