Ssst.. Ada Pencitraan di Bursa Saham
Jakarta - Kini, sebagian besar analis pasar modal tak berani lagi ramal-ramalan. Soalnya, apa yang mereka perkirakan kerap kali tidak sesuai dengan kenyataan.
Seperti yang terjadi Kamis (29/3/2012), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menguat sebesar 14,59 poin (0,36%) dan ditutup di level 4.105,17. Padahal, hampir seluruh bursa di Asia hari ini mengalami guncangan cukup berat.
Indeks Hang Seng misalnya, kemarin ini mengalami penurunan sebesar 1,32%. Nasib serupa juga dialami indeks Nikkei (0,67%), Kospi (0,85%), dan Straits Times (0,71%). Sebelumnya, penurunan juga dialami oleh indeks Dow Jones (0,54%). Jika sebagian besar bursa anjlok, mestinya longsor juga terjadi di lantai BEI. Apalagi situasi di dalam negeri saat ini lagi panas akibat demo penolakan kenaikan BBM.
Lantas, apa yang membuat bursa di dalam negeri begitu bergairah? Inilah yang belum bisa dijawab para analis. Mereka hanya bisa menebak-nebak. Misalnya, kenaikan yang terjadi dua hari belakangan ini diperkirakan terkait dengan kedatangan Standard & Poor's (S&P) ke Indonesia. Ini cuma untuk pencitraan, kata seorang analis mengira-ngira.
Maksudnya, kendati situasi di dalam negeri panas oleh demo penolakan kenaikan BBM, namun hal itu tak sampai berpengaruh terhadap kegiatan bisnis. Termasuk aktivitas di pasar modal. Dengan pencitraan seperti itu, diharapkan S&P tak sampai menurunkan peringkat utang Indonesia.
Para analis menduga, pemerintah telah menugaskan BUMN seperti Jamsostek dan Taspen untuk memborong saham di bursa. Makanya, di saat bursa dunia menukik, BEI justru naik sendirian. Itu sebabnya, para analis memperkirakan indeks akan kembali longsor setelah S&P meninggalkan Indonesia akhir pekan ini. Sebelum indeks turun, cepat-cepat jual sekarang. Kalau terlambat bisa rugi besar, kata seorang analis. [mdr]
sumber inilah
-
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
Forum Rules
Bookmarks