Investasi di Luar Jawa Lebih Menggiurkan
Selasa 24April 2012



TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat pasar modal Reliance Sucurities Tbk Steve Susanto menilai kebutuhan sektor energi yang terus meningkat setiap tahunnya menjadi salah satu faktor larinya investasi ke luar Jawa saat ini.

"Fenomena paling sederhananya saja saat ini orang sedang butuh-butuhnya terhadap energi dan luar Jawa menyediakan itu," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin, 23 April 2012.

Menurut dia, naiknya nilai investasi ke Indonesia menandakan semakin membaiknya iklim usaha di Tanah Air saat ini. Menurut Steve, ada empat faktor yang menjadi pendukungnya, yakni:

Pertama, momentum sedang naiknya investasi dalam negeri yang ditandai diraihnya investment grade beberapa waktu lalu, kedua, suku bunga yang terus menurun hingga 5,25 persen. "Ini sejarah di Indonesia, meskipun untuk ukuran Asia Tenggara kita masih kalah rendah," kata dia.

Ketiga, terkendalinya faktor inflasi. Terakhir, terbantu jebloknya kinerja ekonomi regional, baik Eropa maupun Amerika. "Sekali lagi kita tengah dinaungi momentum baik saat ini," ujarnya.

Ia tidak heran dana yang masuk sebagian lari ke luar Jawa, sebab di wilayah seperti Kalimantan, Sulawesi dan sebagian Sumatera bisa memberikan nilai tambah yang lebih menggiurkan daripada Pulau Jawa, khususnya sektor tambang energi dan kelapa sawit. "Kalau soal pemerintah daerahnya dari dulu juga sama," ujarnya.

Hingga kuartal I tahun ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat dana investasi yang telah masuk ke Indonesia meningkat sekitar 26 persen menjadi Rp 71,2 triliun dari periode yang sama tahun lalu di angka Rp 56,3 triliun. Dari jumlah itu ada kecenderungan dana yang beredar lari ke luar Jawa.


Bergabunglah bersama kami di :