IHSG Tembus 4.200, Strong Buy Delapan Saham
pasarmodal - Rabu, 2 Mei 2012





INILAH.COM, Jakarta – Hingga penutupan, IHSG diprediksi bertahan di atas 4.200 seiring faktor regional, laporan keuangan emiten, dan dividend yield. Rekomendasi strong buy delapan saham.

Pada sesi pertama perdagangan Rabu (2/5/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 12,58 poin (0,30%) ke level 4.208,564. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang menguat 2,49 poin (0,35%) ke angka 716,914.

Laju indeks siang ini cukup ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 1,73 miliar lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 2,68 miliar. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp2,007 triliun di pasar regular dari total Rp2,36 triliun dan frekuensi 70.872 kali. Sebanyak 136 saham menguat, sedangkan 111 saham melemah dan 96 saham stagnan.

Penguatan indeks, juga diwarnai aksi beli dari investor asing yang mencatatkan transaksi nilai beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp149,1 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp848,5 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp699,39 miliar.

Mayoritas sektor saham mendukung penguatan indeks. Aneka industri memimpin kenaikan 1,28% disusul infrastruktur 1,09%, properti 0,84%, manufaktur 0,73%, konsumsi 0,49%, industri dasar 0,41%, perkebunan 0,18%, dan perdagangan 0,09%. Hanya dua sektor saham yang melemah yakni keuangan 0,47% dan pertambangan 0,12%.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya meperkirakan, indeks saham domestik akan menguat hingga penutupan dan bertahan di atas level psikologis 4.200. “IHSG akan bergerak dalam kisaran support 4.155 dan resistance 4.238,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (2/5/2012).

Menurutnya, penguatan indeks hari ini salah satunya didukung oleh penguatan Dow Jones Industrial Index (DJI). Sementara itu, dari dalam negeri, pergerakan indeks mendapat dukungan dari rilis kinerja emiten untuk kuartal pertama 2012. “Terutama, saham-saham di sektor properti yang mencatatkan kinerja keuangan yang kinclong,” tandas Willy.

Kondisi itu, lanjutnya, diperkuat oleh dividend yield seiring banyaknya emiten yang sudah dan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk mengumumkan pembagian dividen. “Yang sudah terdaftar, ada 51 emiten yang akan membagikan dividend dan kemungkinan totalnya mencapai 55 emiten,” paparnya.

Di atas semua itu, Willy merekomendasikan positif delapan saham dari sektor properti, industri dasar semen, pertambangan logam, dan otomotif.

Saham-saham pilihannya adalah PT Modernland Realty (MDLN) dengan target Rp680 dalam jangka pendek. PT Surya Semesta Internusa (SSIA) yang mencatatkan kinerja keuangan sangat kinclong dengan target Rp1.680. PT Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) , saham pendatang baru yang harga sahamnya tidak pernah turun dengan target Rp600.

PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP) dengan target Rp19.300, PT Semen Gresik (SMGR) dengan target Rp12.800, PT Vale Indonesia (INCO) yang akan segera membagikan dividend dan target Rp3.750, PT Central Omega Resources (DKFT) yang kinerja keuangannya sangat kinclong dengan target Rp2.200 dan PT Astra Internasional (ASII) yang juga akan membagikan dividen dengan target Rp76.000. “Saya rekomendasikan strong buy saham-saham tersebut,” imbuh Willy.

Analis dari Equator Securities Gina Novrina Nasution mengatakan, data manufakur AS yang positif memberikan sentimen positif pada pergerakan Dow Jones tadi malam. Dow Jones menguat 65,69 poin (0,5%) ke level tertinggi sejak tahun 2007 di 13.279,32.

Lalu, lanjut Gina, bursa regional pagi ini dibuka mengalami penguatan, melalui sentimen positif dari eksternal. Semua itu, menambah sentimen positif dari laporan keuangan emiten-emiten domestik yang cukup baik.

Karena itu, perdagangan IHSG hari ini diperkirakan Gina, hingga penutupan sore nanti dapat bertahan di level psikologis 4.200. “IHSG akan bergerak dalam kisaran perdagangan di level support 4.147 dan resistance 4.210,” imbuhnya.



Bergabunglah bersama kami di :